Kontroversial, Erdogan Ubah Status Bangunan Bersejarah Hagia Sofia menjadi Masjid

0
136

Ankara, LiputanIslam.com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menandatangani dekrit untuk mengkonversi situs bangunan bersejarah Hagia Sophia (Ayasofya) di Istanbul, Turki, dari musium menjadi masjid.

“Keputusan telah diambil untuk menyerahkan manajemen Masjid Ayasofya kepada Direktorat Urusan Agama dan membukanya untuk shalat,” demikian bunyi dekrit itu, Jumat (10/7/2020).

Sebelumnya di hari yang sama pengadilan Turki mencabut keputusan pemerintah tahun 1934  yang menetapkan status Hagia Sophia sebagai museum.

Sembari menyatakan keputusan di era Mustafa Kemal Ataturk itu melanggar hukum, pengadilan Turki menyebutkan bahwa Hagia Sophia terdaftar sebagai masjid dan tidak dapat diubah.

Erdogan sebelumnya menyarankan agar Hagia Sophia dikembalikan ke situs Warisan Dunia UNESCO, titik fokus bagi kekaisaran Kristen Bizantium dan Muslim Ottoman, dan sejauh ini telah menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Putusan tersebut dikeluarkan oleh Dewan Negara, yang merupakan pengadilan administratif tertinggi di Turki, dan seera mendapat reaksi internasional.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) mengimbau Ankara agar mengindahkan kewajiban hukum Turki  dengan tidak mengubah Katedral Hagia Sophia di Istanbul menjadi masjid.

“Hagia Sophia, sebagai bagian dari wilayah arkeologi Istanbul, termasuk dalam Daftar Warisan Dunia sebagai museum. Sejumlah kewajiban hukum melekat padanya. Dengan demikian negara ini harus memastikan bahwa nilai total luar biasa dari bangunan di tanah ini tidak berubah,” ungkap UNESCO.

Kalangan Gereja Ortodoks Rusia menyatakan prihatin atas keengganan pengadilan Turki mengindahkan “kekhawatiran jutaan umat Kristen”.

Pemerintah Yunani juga melontarkan kecaman dengan menyebut konversi Hagia Sofya menjadi masjid sebagai “provokasi terhadap dunia yang beradab.” (mm/amn/alalam)

Baca juga:

Irak Umumkan Haknya Merespon Operasi Militer Turki di Perbatasan

Makin Panas, Turki dan Mesir Sama-Sama Gelar Latihan Perang Dekat Libya

DISKUSI: