Kontak Senjata Sengit Pecah, Tiga Kawasan Lepas dari Tangan Taliban

0
333

Kabul, LiputanIslam.com –  Kelompok militan Taliban terlibat konfrontasi sengit dengan para penentang mereka di provinsi Baghlan, Afghanistan utara. Demikian dilaporkan situs berita Al-Alam, Jumat (20/8).

Dikutip reporter Al-Alam, penjabat menteri pertahanan pemerintahan Ashraf Ghani mengatakan bahwa tiga kawasan di provinsi tersebut terlepas dari kendali Taliban.

Tanpa menyebutkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan tersebut, reporter Al-Alam melaporkan bahwa sebuah jet tempur F-16 AS melesat di angkasa Kabul.

Dalam beberapa hari terakhir terjadi penggalangan kekuatan militer anti-Taliban dan diperkirakan akan segera beraksi melawan kelompok yang sudah satu pekan berkuasa di Kabul dan hampir semua wilayah Afghanistan tersebut.

Ahmad Massoud dan ayahnya

Ahmad Massoud, 32 tahun, putra tokoh pejuang legendaris Afghanistan Ahmad Shah Massoud, adalah nama yang belakangan ini mengemuka sebagai tokoh utama oposisi anti-Taliban.

Dia yang menggalang kekuatan di Lembah Panjshir, satu-satunya wilayah Afghanistan yang sejak dulu tak pernah jatuh ke tangan Taliban, mengklaim anggota militer Afghanistan termasuk beberapa unit elit Pasukan Khusus telah bergabung dengannya.

“Kami punya gudang peluru dan senjata yang dikumpulkan sejak jaman ayah saya karena kami tahu hari ini akan datang,” sumbarnya.

Tambahan senjata juga datang dari militer Afghanistan yang telah bergabung dengannya.

Dia bersumbar bahwa jika Taliban nekat menyerang Lembah Panjshir, yang terletak di utara Kabul, maka mereka akan mendapat perlawanan sengit.

Ahmad bersumbar demikian setelah Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh mengumumkan dirinya sebagai pemimpin yang sah setelah Presiden Ashraf Gani melarikan diri. Amrullah juga merupakan tangan kanan ayah Ahmad Massoud di masa hidupnya.

Sementara itu, seorang perunding  senior Taliban, Suhail Shahin, menyatakan pihaknya melanjutkan perundingan untuk pembentukan sebuah pemerintahan yang melibatkan semua pihak di Afghanistan.

Dia menyebutkan sekarang belum saatnya untuk penyelenggaraan pemilu untuk pembentukan pemerintahan baru, dan karena itu  pemerintahan yang akan segera dibentuk untuk mengisi kevakuman adalah pemerintahan hasil perundingan, yang akan mengangkat siapa saja yang akan memegang jabatan.

Dia mengatakan, “Dewasa ini ada kevakuman kekuasaan. Konstitusi baru akan disusun dan kemudian disahkan.”

Dalam beberapa hari lalu, sejumlah tokoh terkemuka yang terdiri atas Hamid Karzai, Abdullah Abdullah, Fazal Hadi Muslimyar dan Gulbuddin Hekmatyar menjadi tuan rumah para anggota senior Taliban. (mm/alalam/cnn/fna)

Baca juga:

Afghanistan Mulai Dilanda Demo, Taliban Minta Para Imam Jumat Serukan Persatuan

Para Tokoh Taliban Ikuti Peringatan Asyura di Mazar-i Sharif

DISKUSI: