Komentar Presiden Iran Mengenai Holocaust Picu Kemarahan Israel dan AS

0
39

Quds, LiputanIslam.com  Pernyataan Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengenai Holocaust membangkitkan kemarahan di Israel dan negara pendukung utamanya, Amerika Serikat (AS).

Dilaporkan bahwa dalam wawancara dengan CBS, Presiden Raisi ditanya apakah menurutnya Holocaust benar-benar terjadi.

Menurut sebuah teks yang diterbitkan oleh kantor kepresidenan Iran, Raisi menjawab: “Lihat, peristiwa sejarah harus diselidiki oleh para peneliti dan sejarawan. Ada beberapa tanda ini terjadi. Jika demikian, mereka harus mengizinkan penyelidikan dan penelitian.”

Raisi menambahkan, “Terlepas dari apa yang dikatakan sejarawan tentang masalah ini, sejarah tidak dapat disangkal dalam hal ini.”

Pernyataan ini membangkit reaksi kecaman di Israel. Perdana Menteri Yair Lapid di “Twitter”, Senin (19/9), memosting foto-foto para korban Holocaust sembari mencuit: “Beberapa tanda!!”

Kepala Staf IDF Aviv Kohavi, yang pada hari itu berkunjung ke kamp kematian Auschwitz mengatakan,“Anda tidak perlu menjadi sejarawan atau sarjana untuk memahami kengerian Holocaust.  Anda harus menjadi manusia.”

AS juga melontarkan kecaman melalui Penasihat Keamanan Nasional untuk Presiden AS, Jake Sullivan. Di Twitter dia mencuit: “Pernyataan dari presiden Iran ini keterlaluan dan harus dikutuk secara global.”

Komisaris Anti-Semitisme AS dan sarjana Holocaust Deborah Lipstadt menyebut pernyataan presiden Iran sebagai sebagai “sebentuk penolakan Holocaust dan sebentuk anti-Semitisme”. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Presiden Iran di New York: Unilateralisme Hasilkan Sanksi, Terorisme dan Perang

KTT SCO, Presiden Iran Serukan Perlawanan terhadap Unilateralisme AS

DISKUSI: