Presiden Iran di New York: Unilateralisme Hasilkan Sanksi, Terorisme dan Perang

0
40

NewYork, LiputanIslam.com  Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi mengatakan ada sejumlah masalah besar yang dihadapi dunia saat ini, yang semuanya berasal dari unilateralisme.

Hal itu dia katakan kepada media , Senin (19/9), setibanya di New York, di mana dia dijadwalkan untuk berpidato pada sidang pleno Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77.

Ditanya tentang hal-hal yang akan dia bahas, Raisi mengaku akan menggunakan kesempatan di Majelis Umum itu untuk menjelaskan pandangan dan perspektif Iran.

“PBB harus benar-benar menjadi organisasi untuk semua bangsa, dan tidak boleh menjadi organisasi untuk pemerintah yang kuat,” ujarnya.

“Kami sekarang dihadapkan pada sejumlah masalah dan isu global, yang secara alami dapat didiskusikan dalam pertemuan semacam itu untuk menemukan solusi,” lanjutnya.

Presiden Raisi menilai bahwa karena masalah tersebut adalah masalah umum yang mempengaruhi seluruh dunia maka solusi harus ditemukan melalui kebijaksanaan kolektif.

Menyinggung masalah sanksi sepihak yang dikenakan pada sebagian negara, Raisi menyebutnya sebagai “senjata di tangan kekuatan besar, yang mereka gunakan untuk menekan negara (lain)” dan bertentangan dengan “perdamaian, ketenangan, dan keamanan.”

“Tentu saja, negara-negara lain (yang dikenai sanksi sepihak) harus melakukan tindakan balasan,” kata Raisi, mengacu pada reaksi Iran terhadap sanksi tersebut.

Mengenai terorisme, Raisi mengecam apa disebutnya dukungan negara-negara tertentu kepada kelompok teroris dan adanya permainan internasional dalam masalah ini.

Dia juga menyinggung masalah perang dan pertumpahan darah di seluruh dunia, sembari menegaskan penolakan negaranya terhadap segala bentuk perang.

“Isu-isu ini harus didiskusikan dan solusinya, seperti yang saya katakan tadi, adalah kebijaksanaan dan diskusi kolektif (antar negara),” tuturnya.

Dia menambahkan, “Semua ini adalah hasil dari unilateralisme di dunia; yakni, unilateralisme melahirkan isu-isu demikian, yang saat ini mendera masyarakat manusia.”

Raisi meninggalkan Teheran pada Senin pagi dan akan menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB pada akhir pekan ini.

Sebelum meninggalkan Teheran, dia mengaku tak berencana mengadakan pertemuan dengan Presiden AS, Joe Biden, di sela-sela Sidang Umum PBB.

“Tidak ada rencana untuk pembicaraan atau pertemuan dengan penguasa Amerika selama perjalanan ini,” ungkap Raisi, menepis spekulasi tentang pertemuan dengan Biden.

Dia berharap perjalanan itu akan bermanfaat bagi “negara dan sistem kami serta negara-negara Muslim dan tertindas di dunia.” (mm/presstv)

Baca juga:

KTT SCO, Presiden Iran Serukan Perlawanan terhadap Unilateralisme AS

Ayatullah Khamenei: Long March Arba’in Tahun ini adalah yang Terbesar

 

DISKUSI: