Komandan Pasukan Quds IRGC Sebut AS Sedang Jalani Azab Tuhan

0
130

Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Ismael Qaani menyebut gejolak yang terjadi di  Amerika Serikat (AS) belakangan ini, termasuk insiden ledakan dan kebakaran di kapal perang Amerika Serikat (AS) di San Diego, sebagai azab Tuhan atas perbuatan keji negara adidaya itu selama ini.

“Insiden ini merupakan ganjaran atas kejahatan kalian (AS), yang terjadi di tangan elemen kalian sendiri. Tuhan menggunakan tangan kalian sendiri untuk menghukum kalian,” ujar Qaani pada pertemuan para komandan senior Poros Resistensi, Selasa (14/7/2020).

Penerus Almarhum Jenderal Qasim Soleimani ini menilai aneka gejolak yang melanda AS belakangan ini, termasuk insiden kapal perang tersebut “merupakan hasil (langsung) dari tindakan, perilaku, dan kekejaman pemerintah AS.”

“Mereka telah menderita murka dan pembalasan ilahi karena mereka mencoba untuk menodai kalam ilahi dan menindas,”ungkap Jenderal Qaani.

Ditujukan kepada AS dan Israel, dia menegaskan, “Kalian masih mengalami hari-hari tenang, sementara kalian masih akan menghadapi hari-hari dan aneka peristiwa berat.”

Dia juga menyebut militer AS telah berubah menjadi kekuatan yang “lelah dan jompo”, dan peralatannya telah terdegradasi menjadi “besi tua”.

Dia kemudian mengimbau AS untuk tidak membuang waktu mencari-cari kambing hitam atau “menuduh pihak lain” atas apa yang terjadi pada kapal Angkatan Laut AS di pangkalan San Diego.

Baca: Pesan Kesepakatan Militer Iran-Suriah: Teheran akan Buat Tel Aviv Membayar Mahal

Kebakaran melanda kapal serbu amfibi Bonhomme Richard yang sedang berlabuh di pangkalan Angkatan Laut AS di San Diego, pada Ahad lalu. Kobaran api disertai setidaknya satu ledakan besar terjadi ketika kapal induk ringan sepanjang 255 meter itu merapat untuk menjalani jadwal perawatan.

Baca: AS Minta Iran Tak Balas Pembunuhan Soleimani, Teheran Menolak

Api berkobar selama berhari-hari, meski ratusan petugas pemadam kebakaran berjuang untuk memadamkannya. Peristiwa menjatuhkan puluhan korban luka pelaut dan warga sipil AS.

Penyebab ledakan misterius itu masih diselidiki, dan belum diketahui pula sumber kobaran api dan ledakan di kapal yang berusia 23 tahun tersebut. (mm/amn/ap)

DISKUSI: