Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hosein Salami dalam sidang tertutup parlemen Iran, Ahad (12/1/2020), menyebut bangsa Iran baru saja keluar sebagai pemenang dalam sebuah konfrontasi.

“Saya ingin mengatakan apa yang ada dalam hati saya. Saya keluar dari sebuah gelanggang kemenangan yang menakjubkan dan tiada taranya, yang telah diraih oleh bangsa Iran dalam sejarahnya, dari tempat di mana AS kali ini secara langsung dan terbuka dikalahkan oleh Iran, meskipun debu-debu tragedi menyedihkan insiden jatuhnya pesawat (Ukraina) masih belum memberi kesempatan bagi pengenalan berbagai dimensi kemenangan yang memukau dan menakjubkan ini,” ujarnya.

Baca: Pemimpin Iran Minta Penanganan Mendalam atas Tragedi Pesawat Ukraina

Dia juga mengatakan “Mengalahkan AS secara teknologi sangatlah penting, karena perang kita adalah perang teknologi, perang strategi, perang taknik… AS jangan sampai dapat menghancurkan rudal-rudal kita, dan seandainya rudal-rudal kita tertembak, tidak berpresisi, dan tidak dapat menghancurkan maka Anda tahu sendiri apa yang akan terjadi. Karena itu, kita harus mendapatkan banyak informasi mengenai titik target kita, dan meningkatkannya, bukan informasi mengenai luas target.”

Salami mengapresiasi para komandan dan prajurit IRGC yang telah berperan dalam perencanaan serangan itu.

“Saya bersumpah, para komandan dan rekan-rekan tercinta yang berperan dalam perencanaan masalah ini mungkin siang malam selama beberapa hari bahkan tak sempat tidur barang beberapa jam, dan kalaupun tertidur mereka tidur dalam keadaan yang sangat gelisah,” tuturnya.

Komandan IRGC menyatakan bahwa Iran bukan bermaksud mengobarkan perang besar dengan AS.

“Kita ingin merealisasikan satu perang yang kiranya dapat mencegah perang besar. Karena itu kita harus mengejutkan mereka (AS), mengecoh musuh, dan siap mendapat reaksi balik. Dan karena itu pula kita harus menuntaskan masalah ini,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, “Kita harus mempelajari mekanisme pengendalian musuh, itupun dalam sebuah perang yang tak diketahui, sebab kita harus pertama kali berkonfrontasi dengan AS secara langsung, meskipun logika kita bukan pembalasan semata…. Tindakan kita merupakan keputusan Iran paling berani, bijaksana, dan suci, yang dilandasi manejemen, tawakkal, dan kemampuan.”

Seperti diketahui, Pentagon pada Jumat (3/1/2020) mengumumkan bahwa serangan udara di dekat Bandara Internasional Baghdad telah menewaskan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani dan wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabu, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya.

Baca: PM Abdul Mahdi Paksa AS Segera Buat Mekanisme Penarikan Tentara dari Irak

Sebagai balasan atas serangan ini, Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Rabu lalu (8/1/2020) menggempur pangkalan-pangkalan udara yang ditempati oleh pasukan AS di Irak. (mm/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*