Perdana Menteri Irak, Adel Abdul-Mahdi. Sumber: Al-Jazeera

Baghdad,LiputanIslam.com—Perdana Menteri Irak, Adel Abdul-Mahdi, telah meminta Amerika Serikat (AS) mengirim utusannya ke Baghdad membawa gambaran rencana penarikan pasukan AS dari negara itu.

Berdasarkan pernyataan yang dirilis oleh portal resmi pemerintah Irak pada Jum’at (10/1) kemarin, Abdul-Mahdi telah meminta beberapa utusan AS untuk membuat mekanisme penarikan pasukan AS dari Irak, sebagai langkah kongkrit mewujudkan keputusan parlemen Irak beberapa hari lalu.

PM Irak telah mengecam pelanggaran kedaulatan wilayah oleh AS, khususnya saat serangan langsung tentara AS yang menargetkan Jenderal terkemuka Iran, Qassem Soleimani.

“Perdana Menteri mengatakan bahwa para pasukan AS telah memasuki Irak dan beberapa drone dilaporkan terbang di wilayah udara Irak tanpa izin dari pemerintah. Tindakan ini telah melanggar kesepakatan bilateral yang telah disepakati kedua negara,” tulis kantor berita itu.

Baca: Pemimpin Hizbullah akan Membalas Darah Jenderal Soleimani

Pada 5 Januari lalu, parlemen Irak dikabarkan telah menyetujui sebuah tuntutan yang meminta seluruh pasukan asing pimpinan koalisi AS hengkang dari Irak.

Sehari setelahnya, ulama Irak, Moqtada al-Sadr menyebut resolusi parlementer itu bertujuan untuk mengakhiri eksistensi pasukan asing di Irak. Ia meminta kelompok perlawanan lokal dan interlokal bersatu padu menggabungkan kekuatan.

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*