Komandan IRGC: Dua Pilihan bagi AS, Mundur atau Kena Tampar  

0
279

Teheran, LiputanIslam.com –  Komandan pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami menyebut AS sebagai negara pencetak diktator yang kini di Timteng hanya memiliki dua pilihan; mundur atau kena tamparan.

Dalam orasi di depan konsentrasi massa di Teheran pada peringatan Hari Perlawanan Terhadap Arogan Dunia, Kamis (4/11), dia menegaskan, “AS berhadapan dengan dua pilihan di kawasan; kalah dan mundur, atau bertahan dan terkena tamparan.”

Pada orasi dan peringatan yang dilakukan sehari setelah IRGC berhasil menggagalkan pembajakan AS terhadap kapal tanker minyak Iran di Laut Oman itu dia menambahkan, “AS sudah terbiasa menerima kekalahan dari bangsa Iran, tapi mereka masih belum juga mengambil pelajaran darinya… Dominasi AS sudah mulai memudar dan melenyap.”

Salami menyebut AS sebagai negara yang telah mencetak para diktotor di dunia.

“Mulai dari Ferdinand Marcos di Filipina, Jaafar Al-Namiri di Sudan, Pinochet di Chili, para ‘Fir’aun’ di Mesir hingga Shah Iran dan para penguasa di banyak negara Arab, adalah para diktator yang terlahir dari rahim rezim politik AS,” ujarnya.

Dia menambahkan, “AS memiliki patung Liberty, tapi juga punya andil terbesar dalam aksi penindasan, eksekusi orang-orang merdeka di dunia, produksi alat penyiksaan, dan pelatihan metodenya untuk membelenggu orang-orang merdeka. AS adalah satu-satunya negara yang menggunakan bom atom tak berprikemanusiaan sebanyak dua kali untuk membasmi ratusan ribu orang hingga menjadi abu.”

Komandan IRGC menepis anggapan sebagian orang bahwa Iran memelihara ambisi terhadap berbagai negara di Timur Tengah. Dia menegaskan, “Telah kami katakan kepada dunia bahwa kami sama sekali tak bermaksud menguasai negara manapun, dan tak pula mencari perang, tapi kami akan membela kepentingan kami.”

Ditujukan kepada rakyat Iran, Mayjen Salami mengatakan, “AS terpukul selama berhadapan dengan sistem kita. Wilayah kita adalah zona terlarang bagi AS. AS adalah non-muhrim bagi negeri ini, dan tak boleh melirik negeri dan rakyat kami. Berkat Anda semua, rakyat yang mulia, kesabaran, resistensi, keteguhan kalian dalam perang ekonomi melawan musuh, gambaran resistensi akan terlihat sangat memukau.”

Mengenai peringatan itu sendiri dia mengatakan, “Hari Perlawanan terhadap Arogan Dunia adalah hari kemenangan bangsa Iran, hari kemenangan di depan AS.”

Peringatan Hari Perlawanan terhadap Arogan Dunia diselenggarakan pada hari Kamis kemarin dengan mengangkat slogan “Keteguhan dan resistensi bangsa Iran formula untuk kemusnahan arogansi AS.”

Peringatan ini mengacu pada peristiwa pendudukan Kedubes AS di Teheran oleh mahasiswa dalam serangkaian peristiwa revolusi Islam Iran tahun 1979. Peringatan itu setiap tahun diselenggarakan oleh jutaan rakyat Iran. (mm/alalam/tasnim)

Baca juga:

[Video:] Tegang, Pasukan Komando Iran Rebut Kapal Tanker dari Tangan Pasukan AS di Laut Oman

Iran Tetapkan Tanggal Kelanjutan Perundingan Nuklir di Wina

 

DISKUSI: