Iran Tetapkan Tanggal Kelanjutan Perundingan Nuklir di Wina

0
202

Teheran, LiputanIslam.com –  Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Ali Bagheri Kani menyatakan bahwa perundingan nuklir negaranya dengan sejumlah negara besar dunia di Wina, Swiss, untuk penghapusan sanksi AS akan dimulai pada akhir bulan ini.

Di Twitter, Rabu malam (3/11), Bagheri Kani menyebutkan  bahwa dalam percakapan telepon dengan Enrique Mora, Kepala Staf Josep Borrell, Perwakilan Tinggi untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Bersama Uni Eropa, awal negosiasi yang “bertujuan mencabut sanksi ilegal dan tidak manusiawi” disepakati untuk dimulai di Wina pada 29 November.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Ali Shamkhani dmengatakan bahwa presiden AS Joe Biden tidak memiliki wewenang untuk memberikan jaminan bahwa Washington tidak akan meninggalkan lagi perjanjian nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Pada beberapa postingannya di Twitter ketika menanggapi pernyataan terbaru pejabat AS, Shamkhani mencuit; “Presiden AS tidak memiliki wewenang, tidak bersedia memberikan jaminan apapun ( bahwa  AS tidak akan meninggalkan JCPOA lagi).”

Dia menambahkan “Perbedaan antara hari ini dan hari-hari perang: berkat revolusi, kekuatan dan kemampuan perlawanan penuh Iran adalah asli, konstan dan berdasarkan kapasitas internal.”

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian Selasa lalu di Twitter menyebutkan bahwa Gedung Putih menyerukan negosiasi dengan Iran dan mengaku siap untuk kembali ke JCPOA, tapi di saat yang sama malah memberlakukan sanksi baru terhadap sejumlah personal dan lembaga Iran.

Sementara itu, Dirjen IAEA, Rafael Grossi kembali melontarkan peringatan terkait sikap Teheran bersikukuh menolak menyerahkan rekaman kamera pengintai kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di lokasi nuklir Iran. Dia menyatakan bahwa sikap Iran akan berdampak secara internasional.

Dia juga menyebutkan bahwa inspektur internasional menghadapi keadaan sulit selama mereka bekerja di Iran.

Grossi mengibaratkan upaya IAEA memantau program nuklir Iran dengan terbang melalui awan tebal, dan memperingatkan bahwa situasi demikian tak dapat berlanjut lebih lama.

“Kami terbang di awan tebal … dan kami dapat melanjutkan situasi ini untuk sementara waktu, tapi tidak untuk waktu yang lama,” tegasnya. (mm/mna/raialyoum)

Baca juga:

[Video:] Tegang, Pasukan Komando Iran Rebut Kapal Tanker dari Tangan Pasukan AS di Laut Oman

Iran Capai Kesepakatan Kesepakatan Awal dengan Arab Saudi

DISKUSI: