Komandan IRGC: Balasan Terhadap AS Belum Selesai, Cita-Cita Tertinggi Soleimani Harus Tercapai

0
7

Teheran, LiputanIslam.com –  Panglima pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mayjen Hossein Salami memastikan bahwa balasan Iran terhadap serangan AS yang menggugurkan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Soleimani belum selesai.

Dalam wawancara dengan channel al-Mayadeen yang berbasis di Libanon, Senin (17/2/2020), Salami menjelaskan bahwa jenderal legendaris Iran itu mendapat simpati bukan hanya dari bangsa Iran, melainkan juga dari bangsa-bangsa tertindas dari pelbagai penjuru dunia, dan dia datang ke Irak secara terbuka dan resmi atas undangan para pejabat Negeri 1001 Malam ini, sementara pasukan AS adalah serdadu dari negara jauh yang telah menerornya sehingga hak Iran untuk membalas dan membela diri menjadi sangat jelas.

Menurutnya, aksi teror itu sangat keterlaluan, dan Iranpun telah memberikan reaksi secara militer dan strategi tersendiri dan tegas agar segera dimengerti, dan telah disaksikan oleh seluruh khalayak dunia.

“Kami harus menghentikan AS pada titik itu, dan menjelaskan kepada mereka bahwa mereka harus mengubah perhitungan dalam berhadapan dengan Iran,” ujarnya, sembari mengingatkan bahwa Iran bukanlah seperti negara lain yang tak bereaksi ketika diagresi oleh AS.

“Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang 52 situs di Iran jika Iran membalas, tapi kamipun tetap membalas, dan dengan demikian kami telah mencokok wibawa Washington yang artifisial itu,” imbuhnya.

Salami lantas memastikan bahwa serangan balasan IRGC yang menerjang pangkalan-pangkalan udara yang ditempati pasukan AS di Irak, termasuk Ain Assad, bukanlah balasan penghabisan, melainkan justru awal pembalasan.

Dia menyatakan bahwa di AS tak ada sasaran sosok sekaliber Soleimani, yang “seandainyapun Trump dan para pejabatnya kita timbang maka tetap Soleimanilah yang lebih berbobot”.

Panglima IRGC menegaskan bahwa Iran fokus pada perjuangan memusnahkan entitas Zionis dan eksistensi AS di kawasan Timteng, dan Iran siap menghadapi segala skenario perang dengan AS ketika menggempur pangkalan militer di Irak.

Mengenai Hizbullah Libanon dia memastikan kelompok pejuang pimpinan Sayid Hassan Nasrallah ini sekarang “puluhan kali lebih tangguh” daripada kekuatannya dalam perang tahun 2006 di mana mereka dapat mengalahkan Israel.

“Israel harus ingat bahwa mereka berhadapan dengan Hizbullah yang sudah jauh lebih bersenjata, digdaya, dan terlatih… Israel terlampau kecil dan lemah dibanding AS, dan semua titik yang mereka duduki terjangkau oleh gempuran kami… Israel hendaknya tidak menggantungkan kepada AS, karena pihak-pihak lain juga telah berbuat demikian tapi hasilnya nihil,” sumbarnya.

Baca: Sayid Nasrallah: Timteng Masuki Era Konfrontasi Anti AS dan Israel

Salami kemudian menegaskan bahwa dukungan Iran akan terus menguat kepada bangsa-bangsa tertindas di Palestina, Libanon, Suriah, Yaman, Bahrain, dan Afghanistan.

Dia juga menjelaskan berbagai kemajuan pesat dan prestasi Iran di bidang militer, termasuk peningkatan presisi rudal-rudal negara republik Islam ini,  kemampua pesawat nirawaknya melakukan penjelajahan sejauh ribuan kilometer dan melancarkan operasi serangan secara akurat dan melampaui sistem pertahanan udara lawan, serta akurasi yang sistem pertahanan rudalnya sendiri yang tak kalah hebatnya dengan pertahanan udara negara-negara maju.

Baca: Menlu Iran Ungkap Surat Saudi Sepeninggal Jenderal Soleimani

Jenderal Salami memastikan negaranya sekarang juga sanggup menjalani perang besar di laut, termasuk dengan mengerahkan ribuan perahu supercepat.

Dia kemudian menutup pernyataannya dengan menegaskan, “Kami akan melanjutkan jalan Syahid Soleimani hingga cita-cita beliau tercapai.”

Sebelum itu, dia juga menekankan bahwa cita-cita tertinggi Soleimani adalah pembebasan

DISKUSI:
SHARE THIS: