Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Penghentian Operasi Militer di Yaman

0
191

Riyadh, LiputanIslam.com –  Pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengumumkan penghentian operasi militernya di Yaman, mulai dari pukul 06.00 Rabu (30/3).

Koalisi itu pada Selasa malam (29/3) menjelaskan bahwa penghentian operasi militer di Yaman itu ditujukan untuk “menyukseskan perundingan dan menciptakan suasana positif untuk menciptakan perdamaian” serta “ sebagai respon atas seruan Sekjen Dewan Kerjasama Teluk (GCC)” dan “ demi mencapai solusi politik yang komprehensif dan berkelanjutan untuk mengakhiri krisis Yaman”.

Sebelumnya di hari yang sama GCC menyerukan kepada koalisi itu dan semua pihak yang di Yaman agar “menghentikan operasi militer yang berkelanjutan sejak sekira tujuh tahun di Yaman”.

GCC dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa kepala organisasi negara-negara Arab Teluk Persia ini, Falah Mubarak Al-Hajraf, telah menyampaikan suatu seruan “yang mengajak para pemimpin koalisi Saudi di Yaman dan semua pihak Yaman agar menghentikan operasi militer di dalam wilayah Yaman”.

Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman yang berbasis di Sanaa, Mahdi al-Mashat, pada 26 Maret, mengumumkan secara sepihak, “penangguhan serangan rudal dan pesawat nirawak serta semua aksi militer terhadap Arab Saudi, melalui darat, laut dan udara, untuk jangka waktu tiga hari. ”

Al-Mashat menegaskan  “kesiapan Sanaa mengubah pengumuman ini menjadi komitmen final dan tegas, jika Arab Saudi berkomitmen mengakhiri blokade dan menghentikan serangannya di Yaman untuk selamanya.”

Inisiatif yang diumumkan oleh Al-Mashat mulai berlaku pada Minggu lalu, 27 Maret, pukul 18:00 waktu Sanaa. (mm/almayadeen)

Baca juga:

[Video:] Masuk Tahun ke-8 Perang, Rakyat Yaman Gelar Pawai dan Rapat Akbar

Pemimpin Ansharullah: Menyerah adalah Pilihan Fatal

DISKUSI: