Koalisi Arab Serang Penjara di Yaman, 77 Orang Tewas, Ansarullah Bersumpah akan Membalas

0
252

Sanaa, LiputanIslam.com –   Jubir militer Yaman kubu Sanaa, Brigjen Yahya Saree, menyerukan kepada perusahaan-perusahaan asing di Uni Emirat Arab (UEA) untuk meninggalkan negara ini menyusul gencarnya serangan pasukan koalisi pimpinan Saudi yang disebut Saree sebagai “pembantaian terhadap rakyat Yaman”, mengacu pada beberapa serangan terakhir koalisi, terutama terhadap sebuah penjara yang menewaskan 77 orang dan melukai ratusan lainnya.

Dalam postingannya di Twitter, Jumat (21/1), Saree menyatakan, “Setelah pembantaian-pembantaian yang dilakukan jet tempur musuh, Saudi-AS-Emirat, terhadap bangsa kami yang mulia, kami menyarankan kepada perusahaan-perusahaan asing di negara kecil Emirat untuk meninggalkannya, karena mereka berinvestasi di negara kecil yang tak aman selagi para penguasanya berkelanjutan mengagresi negara kami.”

Kementerian Kesehatan Yaman kubu Sanaa melaporkan bahwa serangan udara Saudi terhadap sebuah penjara di Sa’dah, Yaman, telah menewaskan 77 orang dan melukai ratusan lainnya. Penjara itu menampung lebih dari 2000 tahanan Yaman dan warga negara lain serta merupakan pusat perlindungan bagi orang-orang Afrika yang hendak menyebrang ke berbagai negara lain.

Sebelumnya, serangan koalisi menerjang gedung telekomunikasi di kota Hudaydah dan menewaskan enam orang, tiga di antaranya anak kecil, dan melukai 18 orang, yang sebagian besar juga anak kecil.

Gelombang unjuk rasa besar bermunculan di Sanaa dan berbagai kota Yaman lainnya, Jumat, untuk menandaikan kutukan terhadap serangan Saudi di Sa’dah dan Hudaydah serta blokade koalisi terhadap Yaman.

Dewan Tinggi Politik Yaman dalam sebuah pernyataannya di hari yang sama menyatakan, “Pembantaian yang dilakukan pasukan agresor tak akan berlalu tanpa hukuman. Orang-orang yang bungkam di depan pembantaian ini hendaklah menelan lidah mereka ketika teriakan Saudi, Emirat dan para pemakai keduanya meninggi.”

Dewan ini menegaskan, “Serangan terhadap gedung telekomunikasi dan pemutusan komunikasi Yaman dengan dunia dilakukan dengan tujuan melakukan kejahatan lebih banyak di luar pantauan media. Saudi dan Emirat terlampau pengecut untuk dapat bertempur di medan laga.”

Kepada pasukan koalisi, dewan ini mengingatkan, “Jika kalian mengira akan dapat menundukkan bangsa Yaman melalui kejahatan kalian maka ketahuilah bahwa ini mustahil. Kalian hanyalah pembunuh dan alat kotor bagi Zionis dan AS, dan tak memiliki moral orang merdeka. Meski mengumbar kejahatan, kalian tetap akan gagal sebagaimana sebelumnya. Tentara, pasukan Lijan Shaabiya dan pesawat-pesawat nirawak berada dalam posisi mencegah agresi dan blokade, dan akan membalas telak semua agresor. Ratapan kalian akan didengar seluruh dunia ketika kalian mendapat reaksi keras Yaman.”

Mohammad Al-Bukhaiti, anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, mengatakan, “Dunia tak melihat kejahatan blokade, dan para pelaku pembantaian akan menyesal. Sama sekali tak ada keuntungan militer yang didapat oleh negara-negara agresor dari pembantaian orang-orang Yaman.”

Dia juga menyebut AS dan Inggris bertanggunghawab atas blokade pasukan koalisi terhadap Yaman.  (mm/alalam/raialyoum)

Baca juga:

Soal Serangan Yaman, Perdana Menteri Israel Hubungi Putra Mahkota Abu Dhabi

Koalisi Arab Gempur Gedung Telekomunikasi di Hudaydah, Tiga Orang Yaman Tewas

DISKUSI: