Ketua Parlemen Iran: Tak Penting AS Kembali atau Tidak Kepada Perjanjian Nuklir

0
99

Teheran, LiputanIslam.com –  Ketua parlemen Iran Majelis Permusyawaratan Islam, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa bagi Teheran tidaklah penting Amerika Serikat (AS) akan kembali atau tidak kepada JCPOA, perjanjian nuklir Iran dengan sejumlah negara terkemuka dunia.

“Perjanjian nuklir bukan perjanjian suci bagi Teheran, melainkan perjanjian yang ia terima dengan persyaratan agar sanksi terhadapnya dicabut,” ungkap Ghalibaf, Ahad (10/1).

“Iran tidak mementingkan kembalinya Washington kepada perjanjian nuklir, bagi kami yang penting hanyalah pencabutan sanksi secara implementatif dan signifikan…Barat harus mengakui hak Iran. Jika Barat hendak menambah tekanan terhadap Iran maka mereka harus siap membayarnya,” lanjut ketua parlemen Iran.

Dia memperingatkan, “Tanpa pencabutan perjanjian nuklirpun Teheran berhak menghentikan komitmennya sesuai pasal 36 dan 37 perjanjian ini sebagai balasan atas inkonsistensi pihak lawan perjanjian… Iran akan menerapkan komitmennya pada perjanjian nuklir apabila pihak lain mengimplementasikan komitmennya. Semua sanksi dan seluruh keputusan presiden AS Doland Trump harus dicabut.”

Mengenai presiden terpilih AS Joe Biden, Ghalibaf mengatakan, “Tandatangan Biden bukanlah jaminan bagi kami. Pengalaman pelanggaran Washington terhadap perjanjian nuklir di era Obama mengajarkan kepada kami untuk tidak percaya kepada pencabutan sanksi saja dari segi hukum dan di atas kertas.”

Dia kemudian menegaskan, “Dalam pandangan kami, pencabutan sanksi berarti bahwa kami dapat menjual minyak dan mendapatkan penghasilan melalui jalur-jalur konsumsi resmi, yang sekiranya dapat memenuhi kebutuhan rakyat Iran, dan para produsen dan pengusahapun dapat berinteraksi dengan dunia. Saat itulah baru Iran dapat menerapkan perjanjian nuklir.” (mm/railayoum)

Baca juga:

Wow, Iran Ungkap Kota Rudal Baru Bawah Tanah di Pesisir Teluk Persia

Ayatullah Khamenei Larang Negaranya Impor Vaksin Covid-19 dari AS dan Inggris

DISKUSI: