Ketiga Kalinya dalam Seminggu, Pasukan Israel Bunuh Remaja Palestina di Tepi Barat

0
25

Ramallah, LiputanIslam.com  Seorang remaja Palestina gugur di tangan pasukan rezim Zionis Israel di desa Al-Khader di selatan kota Betlehem, Tepi Barat, Jumat (27/5).

Quds News melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi remaja itu bernama Zaid Mohammad Ghoneim, 15 tahun, yang meninggal karena luka di rumah sakit setelah ditembak dengan peluru tajam di punggung dan lehernya.

Quds News mengutip keterangan sumber-sumber lokal dan saksi mata bahwa korban dibunuh oleh pasukan Israel dengan darah dingin karena korban terkejut dengan kehadiran mereka di desa itu dan mencoba bersembunyi di garasi parkir.

Sebuah laporan dari AFP menyebutkan militer Israel mengaku “tidak segera dalam posisi untuk mengomentari masalah ini”.

Ghoneim adalah remaja Palestina ketiga yang dibunuh oleh pasukan Israel pada pekan ini di wilayah pendudukan, dan kelima sejak pembunuhan berdarah dingin terhadap jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh pada awal bulan ini.

Dia juga remaja Palestina ke-13 yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak awal tahun ini, menurut Defense for Children-Palestine (DCIP), sebuah organisasi lokal dan independen yang membidangi hak anak Palestina.

Perdana Menteri Palestina Muhammad Shtayyeh mengatakan bahwa tentara IDF “terus menarget bagian atas tubuh anak-anak dengan tujuan membunuh.”

Dalam sebuah pernyataan, Shtayyeh menganggap bahwa pembunuhan anak tersebut merupakan “operasi teroris yang membutuhkan aktivasi resolusi internasional untuk memboikot Israel dan untuk memastikan bahwa para pelaku tidak dibiarkan begitu saja.”

Rabu lalu pasukan Israel menembak mati remaja Palestina Ghaith Yameen, 16 tahun, di sekitar Makam Yusuf (Joseph Tomb) di kota Nablus, Tepi Barat.

Pada Sabtu pekan lalu pasukan Israel dalam serangannya militer ke kamp pengungsi Jenin membunuh remaja Palestina Amjad al-Fayed, 17 tahun,.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) Pembunuhan Ghuneim pada hari Jumat terjadi beberapa jam setelah pasukan Israel melukai sedikitnya 90 orang dalam protes di Tepi Barat.

Kantor berita Palestina Maan mengutip PRCS yang mengatakan bahwa stafnya telah menangani 88 korban luka akibat tembakan pasukan Israel di Nablus serta beberapa kota dan desa terdekat.

Konfrontasi warga Palestina dengan pasukan pendudukan  Israel dilaporkan mewarnai kota-kota Beit Dajan, Jabal Sabih, Beita, dan Hawara di Nablus.

Sebelumnya di hari yang sama, gerakan perlawanan Palestina Hamas memperingatkan Israel bahwa perang akan pecah lagi jika kelompok sayap kanan dan pemukim ilegal mengadakan pawai melintasi Kota Lama Quds Timur.

Faksi-faksi pejuang Palestina mengecam keras rezim dan pemukim Israel karena akan menggelar apa yang disebut Pawai Bendera di Quds pada 29 Mei, sebuah pawai provokatif yang menandai pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Quds Timur pada tahun 1967. (mm/raialyoum/presstv)

Baca juga:

AS Bocorkan Keterlibatan Israel Bunuh Perwira IRGC ke Media

Selamati Pembebasan Lebanon, Assad: Perlawanan adalah Opsi Tepat

DISKUSI: