Kesal Karena Israel Tak Merahasiakan, Riyadh Batalkan Kunjungan Direktur Mossad ke Saudi

0
269

Quds, LiputanIslam.com –   Pemerintah Arab Saudi mendadak membatalkan jadwal kunjungan seorang petinggi Israel pada pekan lalu setelah Israel mengungkap adanya pertemuan rahasia Perdana Menteri Israel dengan Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman di kota Neom, Saudi, ketika Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo berkunjungan ke kota itu belum lama ini.

Pengungkapan itu semula diungkap oleh beberapa media Israel berdasarkan keterangan para pejabat, namun kemudian juga diungkap sendiri oleh Netanyahu, meskipun Saudi membantahnya.

Pengamat militer Alex Fishman di surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, Jumat (4/12/2020),  menyebutkan bahwa sumber-sumber politik Israel menduga kuat pejabat tinggi yang kunjungannya ke Saudi dibatalkan itu adalah direktur dinas rahasia Mossad Yossi Cohen, orang yang menjadi poros dalam hubungan antara Israel dan Saudi sehingga “pembatalan undangan itu menjadi satu peristiwa yang sangat penting”.

Fishman menambahkan bahwa pembatalan kunjungan pejabat Israel itu terjadi setelah Netanyahu buka mulut mengenai pertemuannya dengan Bin Salman di Saudi beberapa hari sebelum pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, pada 27 November.

Fishman mengutip sumber-sumber Israel yang memperkirakan bahwa pembatalan itu disebabkan oleh kekecawaan Saudi terhadap sikap Rezim Zionis Israel terkait dengan hubungan antara keduanya.

Fishman menambahkan bahwa kecurigaan mengenai  kemungkinan Saudi mengetahui sesuatu tentang pembunuhan yang telah direncanakan terhadap Fakhrizadeh. Menurutnya, Saudi kesal terhadap kegagalan Netanyahu dan orang-orang terdekatnya menjaga kerahasiaan pertemuan di Neom tersebut.

“Publikasi pertemuan itu tidak dengan persetujuan mereka, dan ini membuat Menteri Luar Negeri Saudi terpaksa mengumumkan penolakannya secara total atas terjadinya pertemuan itu,” ungkap Fishman.

Fishman menjelaskan bahwa bukan baru kali ini Netanyahu mengungkapkan pertemuan dan acara rahasia.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Netanyahu secara bertahap mematahkan kebijakan ‘pemadaman listrik’, yang telah melayani Israel selama bertahun-tahun dalam hubungan luar negerinya yang rahasia dan dalam mengelola urusan keamanan yang paling sensitif,” terangnya. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Mantan Kepala Intelijen Saudi Nyatakan NegaranyaTak Berencana Normalisasi Hubungan dengan Israel

Disiksa di Penjara, Ulama Ternama Saudi Kehilangan Separuh Penglihatan dan Pendengarannya

DISKUSI: