Disiksa di Penjara, Ulama Ternama Saudi Kehilangan Separuh Penglihatan dan Pendengarannya

0
180

 

Riyadh,LiputanIslam.com-Abdullah Awdah, putra ulama terkemuka Saudi, Salman Awdah, melalui laman Twitter-nya mengabarkan, ayahnya telah kehilangan separuh daya penglihatan dan pendengarannya lantaran disiksa selama di penjara.

Menurut Abdullah, ayahnya masih saja ditahan di sel soliter kendati sudah ditangkap sejak lebih dari tiga tahun silam. Ia juga mengalami penyiksaan dan tidak diizinkan untuk berobat secara serius.

Abdullah menyatakan, ia telah diberitahu dokter penjara bahwa ayahnya telah kehilangan separuh penglihatan dan pendengarannya. Abdullah mengaku bahwa sipir penjara terus menyakiti ayahnya.

Sebelum ini, Abdullah mengatakan kepada BBC Arabic bahwa ayahnya tidak mendapat hak-hak paling primitif sekalipun, termasuk hak untuk berobat dan beristirahat. Salman Awdah dikabarkan tidak bisa memejamkan mata selama beberapa hari berturut-turut.

“Mata ayah saya ditutup, tangan dan kakinya diikat, kemudian dijebloskan ke sel soliter. Dia diberi sekantung kecil makanan, yang ikatannya harus ia buka dengan giginya, sehingga giginya terluka,”papar Abdullah.

Usai Muhammad bin Salman diangkat sebagai Putra Mahkota pada Juni 2017, terjadi gelombang penangkapan di Saudi. Salman Awdah ditangkap dan dipenjara pada bulan September, atau tiga bulan usai penobatan Bin Salman. Ia dituduh sebagai anggota Ikhwan al-Muslimin (yang dianggap organisasi teroris oleh Riyadh) dan menentang blokade atas Qatar.

Hingga kini, pengadilan atas Salman terus ditunda-tunda. Ada rumor bahwa kemungkinan ia akan dijatuhi hukuman mati. (af/fars)

Baca Juga:

Mantan Kepala Intelijen Saudi Nyatakan NegaranyaTak Berencana Normalisasi Hubungan dengan Israel

Saudi Tanggapi Tudingan Bersekongkol dengan AS dan Israel dalam Pembunuhan Fisikawan Iran

DISKUSI: