Kerusuhan di Iran Tewaskan Satu Anggota Pasukan Relawan

0
44

Teheran LiputanIslam.com   Aksi protes berujung bentrok dan kekerasan terjadi di Provinsi Alborz, Iran, sebelah barat  Ibu Kota Teheran, dengan laporan bahwa perusuh bersenjata telah membunuh seorang anggota pasukan relawan Basij dan melukai setidaknya 10 petugas polisi.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, Kamis (3/11), memberitakan bahwa massa perusuh di Karaj, ibu kota Provinsi Alborz, mencoba memblokir sebuah jalan utama yang menghubungkan kota barat ke Provinsi Qazvin, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.  Aksi itu dilakukan dengan dalih memperingati hari ke-40 kematian salah satu rekan mereka yang tewas dalam unjuk rasa ricuh.

Petugas kepolisian dan pasukan keamanan lantas mendatangi lokasi, berusaha membubarkan para perusuh dan membuka kembali jalan, namun massa tetap berusaha menutup jalan dengan membuat kobaran api dan melempari petugas.

Para perusuh juga merusak rambu-rambu jalan dan memprovokasi masyarakat dengan meneriakkan slogan-slogan.

Menurut IRNA, para pengacau, bersama dengan pengunjuk rasa, menyerang pasukan polisi sambil menghentikan salah satu mobil mereka, dan melukai tiga petugas.

Para perusuh juga membakar kios polisi di Lapangan Hesarak di Karaj dan sebuah mobil polisi di lingkungan terdekat.

Kerusuhan pecah di Iran pada 16 September setelah seorang wanita muda Mahsa Amini, 22 tahun, jatuh pingsan saat menjalani bimbingan moral di kantor polisi dan kemudian meninggal di rumah sakit. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa wanita bersuku Kurdi itu meninggal karena penyakit yang sudah lama diidapnya, namun isu yang tersiar merumorkan bahwa dia meninggal karena dianiaya.

Para perusuh mengamuk berbuat onar di berbagai penjuru Iran, menyerang petugas keamanan, melakukan vandalisme terhadap properti publik, dan menodai kesucian agama.

Pemerintah AS dan sekutu Eropanya selama beberapa minggu terakhir memberlakukan sanksi terhadap sejumlah individu dan entitas Iran atas apa yang mereka klaim sebagai kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Pekan lalu, Kementerian Intelijen Iran menyatakan bahwa AS dan Inggris terlibat “langsung” dalam kerusuhan, dan bahwa puluhan teroris yang berafiliasi dengan rezim Zionis dan kelompok anti-revolusi juga telah ditahan dalam kerusuhan tersebut.

Kementerian Intelijen Iran dan Organisasi Intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) juga mengeluarkan pernyataan  yang menyebutkan adanya peran utama badan-badan intelijen asing, terutama CIA, dalam penggalangan kerusuhan dan kekerasan di Iran dalam beberapa minggu terakhir.

Imam Masjid Terbunuh di Zahedan

Dalam peristiwa lain, IRNA melaporkan bahwa kawanan bersenjata tak dikenal telah membunuh Sajjad Shahraki, imam di sebuah masjid di kota Zahedan, Provinsi Sistan dan Baluchestan, Kamis.

Dilaporkan bahwa  korban ditembak di kepala dan dada hingga kemudian meninggal setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.

Penyelidikan ekstensif segera dimulai untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku penembakan, dan mengungkap motif penyerangan. (mm/irna)

Baca juga:

Ditangkap Aparat Keamanan Iran, Ini Pengakuan Terduga Pelaku Teror Shiraz

Ayatullah Khamenei Tegaskan lagi Pembalasan Darah Jenderal Soleimani

 

DISKUSI: