Ditangkap Aparat Keamanan Iran, Ini Pengakuan Terduga Pelaku Teror Shiraz

0
52

Shiraz, LiputanIslam.com   Orang kedua yang diduga sebagai pelaku serangan teror di sebuah makam suci di kota Shiraz, Iran selatan, memberi pengakuan dalam sebuah video yang dirilis oleh pemerintah Iran, Rabu (2/11).

Terduga bernama Mohammad Ramid Rashidi diketahui berada di luar negeri dan kemudian masuk ke Iran sebelum terjadi tragedi teror di Makam Shah Cheragh (Sayid Ahmad bin Musa Al-Kadhim) pada 26 Oktober. Dia berhasil diringkus oleh aparat keamanan melalui operasi rumit intelijen dan berkat laporan dari masyarakat.

Dalam video pengakuannya di depan aparat dia mengatakan; “Saudaraku telah memperkenalkan saya kepada ISIS. Abdullah dari pihak ISIS berkomunikasi dengan saya. Dia mengatakan bahwa adanya kerusuhan (pasca kematian Mahsa Amini) merupakan saat terbaik untuk melancarkan operasi (teror) di Iran, dan Shiraz dipilih sebagai tempat melancarkan operasi ini.”

Dia bercerita; “Abdullah mengatakan, ‘Kami telah memutuskan untuk kami lakukan operasi ini di Shiraz, karena itu dalam waktu dekat kami akan mengirim sebuah titipan untukmu’, dan setelah pengiriman itu diketahui bahwa mereka (SIS) mengirimkan senjata kepada saya.”

Rashidi menambahkan, “Mereka juga mengirim seorang pria untuk melaksanakan operasi. Ketika tiba dia mengontak saya, dan sayapun menunjukkan kepadanya semua pintu masuk, kawasan sekitar Shiraz, dan Haram Shah Cheragh. Ketika mencapai pintu masuk dia mengeluarkan senapan dari rangsel dan mulai melepaskan tembakan.”

Rashidi yang berperan sebagai pendukung serangan teror Shiraz itu juga mengatakan; “Saya sama sekali tak mengira akan ada orang yang mengetahui ihwal operasi ini. Pukul 3 dini hari saya ditangkap oleh intelijen Iran.”

Menurut laporan situs berita Tasnim, pada hari Rabu 26 Oktober saat tiba waktu shalat Maghrib seorang pria bersenjata memasuki Makam Shah Cheragh dan menembaki para peziarah hingga jatuh sejumlah korban gugur dan luka.

Pria itu masuk melalui pintu masuk Bab Al-Ridha dan sempat berhadapan dengan pelayan yang ada di situ. Pria itu menembak kaki pelayan dan bergegas menuju ruang Shabeshtan Imam Khomaini. Setelah berada di ruang makam dia menembaki para peziarah yang berlindung ke arah pusara hingga akhirnya teroris itu ditangkap oleh pasukan reaksi cepat dari kepolisian.

Serangan ini menjatuhkan korban gugur sebanyak 13 orang (sebelumnya dilaporkan 15 orang) dan korban luka 30 orang. (mm/tasnim)

Baca juga:

AS Tuding Iran Pasok Rudal ke Rusia untuk Serangan di Ukraina

Iran Ingatkan Eropa Soal Rencana Blacklist IRGC sebagai Organisasi Teroris

DISKUSI: