Ayatullah Khamenei Tegaskan lagi Pembalasan Darah Jenderal Soleimani

0
28

Teheran, LiputanIslam.com   Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan ratusan pelajar pada kesempatan menjelang Hari Pelajar sekaligus Hari Perlawanan terhadap Kekuatan Arogan yang jatuh  dengan 4 November 2022, menegaskan bahwa musuh Iran dalam beberapa pekan ini melancarkan “perang gabungan”  dan terjun ke lapangan untuk melumpuhkan bangsa Iran, namun bangsa ini dapat mematahkan aksi mereka.

Dalam pertemuan pada hari Rabu (2/11) itu dia mengutip pernyataan bersama Kementerian Intelijen dan badan intelijen IRGC bahwa musuh Iran memiliki plot untuk Teheran dan berbagai kota Iran lain, namun gagal berkat kewaspadaan bangsa Iran.

Ayatullah Khamenei juga menyinggung pembunuhan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani oleh AS pada awal 2020. Menurutnya, AS bangga dengan kejahatan ini.

Dia juga mengutuk pemerintah AS karena mendukung pembunuhan Zionis terhadap ilmuwan nuklir Iran serta pembuan miliaran dolar aset Iran di AS dan di tempat lain.

“Tentu saja, kami tidak pernah melupakan beberapa insiden (kejahatan AS) dan tidak akan pernah melupakannya,” ujar  Ayatullah Khamenei.

Menyinggung sumpah Iran untuk membalas dendam atas pembunuhan Jenderal Soleiman, dia menegaskan, “Mengenai kesyahidan Soleimani, kami mendukung apa yang telah kami katakan dan itu akan ditindaklanjuti pada waktu yang tepat.”

Ayatullah Khamenei menilai AS salah perhitungan dalam berbagai persoalan dunia, termasuk invasi mereka ke Irak dan Afghanistan, dan itu menandai kejatuhan AS. AS berusaha menempatkan orang-orang AS atau agen mereka yang bertanggung jawab atas urusan di Irak, namun situasi Irak sekarang serta kehadiran politisi Irak yang berkuasa ternyata bukanlah apa yang diharapkan oleh AS.

Dia juga menyebut kekandasan AS di Suriah dan Lebanon, khususnya dalam masalah pengaturan saluran gas baru-baru ini, sebagai contoh lain dari kesalahan AS dalam membuat perhitungan.

Mengenai serangan teror ISIS terhadap para peziarah di Shiraz pada 26 Oktober lalu serta kerusuhan di Teheran yang menjatuhkan sejumlah korban jiwa, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa para pelaku harus diidentifikasi dan dihukum.

Dia mengecam kebungkaman pihak-pihak pengaku peduli HAM terhadap tragedi teror Shiraz, dan mempertanyakan kejujuran mereka dalam isu HAM.

Ayatullah Khamenei menyerukan penguatan produksi konten untuk media, “jihad elaborasi” dan perencanaan untuk menghadapi musuh yang sensitif terhadap kata-kata dan nama tertentu di bidang ini. (mm/tasnim/presstv)

Baca juga:

Ditangkap Aparat Keamanan Iran, Ini Pengakuan Pelaku Kedua Teror Shiraz

Iran Bantah Isu Pengiriman Rudal untuk Rusia

DISKUSI: