Kerajaan Yordania Peringatkan Kemungkinan Terjadinya “Intifada Baru” di Palestina

0
128

Amman, LiputanIslam.com   Raja Abdullah II dari Yordania menyatakan bahwa negaranya, yang berwenang sebagai penjaga kompleks Masjid al-Aqsa, siap menghadapi konflik jika “garis merah” di atas situs suci di Kota Tua al-Quds dilanggar .

Dia juga menyatakan keprihatinan bahwa intifada Palestina ketiga berkemungkinan pecah di tengah eskalasi kebrutalan Rezim Zionis Israel di wilayah pendudukan.

“Kita harus khawatir tentang intifada berikutnya,” kata Abdullah II dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita televisi CNN yang disiarkan pada hari Rabu (28/12).

“Jika itu terjadi, itu benar-benar pelanggaran hukum dan ketertiban,” katanya.

Abdullah II menyatakan demikian menjelang pelantikan Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel, yang menandai kembalinya kekuasaan pria yang telah menjadi perdana menteri terlama Rezim Zionis, serta kemunculan kabinet sayap kanan baru yang memicu kekhawatiran orang Palestina dan sayap kiri Israel.

Di bawah perjanjian tahun 2013 yang ditandatangani oleh Yordania dan Otoritas Palestina, Raja Abdullah II berwenang sebagai penjaga situs suci Muslim dan Kristen di al-Quds.

Pengadilan Kerajaan Hashemite Yordania membayar gaji pekerja di tempat-tempat suci Muslim.

“Jika orang ingin berkonflik dengan kami, kami cukup siap,” kata Abdullah II ketika ditanya apakah dia merasa kabinet baru Israel mengancam status quo di al-Quds dan perwalian Hashemite.

“Kami telah menetapkan garis merah dan jika orang ingin mendorong garis merah itu maka kami akan menghadapinya,” katanya.

Intifada adalah kebangkitan bangsa Palestina melawan rezim pendudukan Israel, yang pertama terjadi antara tahun 1987 dan 1993, di mana lebih dari 1.300 warga Palestina terbunuh.

Intifadah kedua terjadi antara tahun 2000 dan 2005, di mana Israel membunuh sedikitnya  4.973 warga Palestina.

Raja Yordania menyoal kemampuan kawasan membatasi intifada ketiga.

“Itu adalah kotak yang mudah terbakar yang jika menyala maka itu adalah sesuatu yang menurut saya tidak akan bisa kita tinggalkan dalam waktu dekat,” katanya.

Abdullah II juga menyinggung derasnya dukungan untuk Palestina di antara warga dunia Arab selama Piala Dunia FIFA di Qatar. Dia menilai dukungan itu sebagai bukti bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung selama beberapa dekade adalah satu-satunya cara bagi rezim Israel untuk berintegrasi sepenuhnya ke dalam kawasan Timteng. (mm/presstv)

Baca juga:

Disumpah Jabatan, Netanyahu Utamakan Upaya Penghentian Proyek Nuklir Iran

Faksi-faksi Resistansi Palestina: Kabinet Netanyahu Mustahil Mampu Tundukkan Palestina

DISKUSI: