Disumpah Jabatan, Netanyahu Utamakan Upaya Penghentian Proyek Nuklir Iran

0
98

AlQuds, LiputanIslam.com   Benjamin Netanyahu dilantik sebagai perdana menteri Israel dengan kabinet kanan-keras yang berjanji untuk menggagalkan program nuklir Iran dan memperkuat militer Israel.

Parlemen Israel, Knesset, pada hari Kamis (29/12), memberikan mosi percaya pada pemerintahan baru Netanyahu dengan 63 suara mendukung dan 54 suara menentang.

Yair Lapid, yang hanya setengah tahun menjabat perdana menteri, dalam sesi pengambilan sumpah mengatakan bahwa pemerintahan bersama dengan mantan perdana menteri Naftali Bennett menggagalkan upaya Presiden AS Joe Biden untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015, yang lazim disebut JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif).

“Berlawanan dengan semua prediksi dan ramalan yang mengerikan, pemerintah kami berhasil menghentikan penandatanganan perjanjian nuklir yang dihidupkan kembali dengan Iran,” ujar Lapid.

“Pasukan Garda Revolusi (Islam Iran/IRGC)  tidak dihapus dari daftar organisasi teroris, dan Badan Energi Atom Internasional tidak menutup berkas investigasinya di Iran,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pidato parlemen sebelum pengambilan sumpah pada hari Kamis, Netanyahu yang berusia 73 tahun menyebutkan misi utamanya adalah menghadang program nuklir Iran.

“Kami memiliki empat tujuan utama yang saya tetapkan hari ini. Yang pertama adalah menghadapi Iran, dan ini adalah masalah eksistensial, dan kami akan menjaga keberadaan dan keamanan kami. Yang kedua adalah untuk memulihkan keamanan dan pemerintahan di dalam Negara Israel. Yang ketiga adalah untuk mengatasi masalah biaya hidup dan perumahan, dan yang keempat adalah untuk memperluas lingkaran perdamaian,” terangnya.

Netanyahu menyatakan, “Ini adalah keenam kalinya saya membentuk pemerintahan. Saya dapat mengatakan bahwa saya memulai tahun ke-16 saya sebagai perdana menteri Israel.”

Netanyahu menggantikan Yair Lapid, pemimpin partai Yesh Atid, yang kini menjadi pemimpin oposisi.

Pemerintahan Netanyahu terdiri dari enam partai sayap kanan, yaitu Likud, Shas, United Torah Judaism, Noam, Religious Zionisme dan Jewish Power. Perusahaan Penyiaran Israel mengatakan bahwa pemerintah baru ini adalah sayap paling kanan dalam sejarah Israel.

Sesi diskusi pemerintah, yang berlangsung beberapa jam diwarnai aksi saling tuding antara kubu Netanyahu dan kubu oposisi.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah wawancara dengan Al-Arabiya, Netanyahu menegaskan kembali penentangannya selama ini terhadap kesepakatan nuklir Iran 2015 serta mendesak Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Dia menyebut JCPOA, yang ditandatangani oleh Iran dan sejumlah negara terkemuka dunia pada tahun 2015, sebagai “perjanjian yang mengerikan karena pada dasarnya memungkinkan Iran dengan persetujuan internasional, untuk mengembangkan nuklir”. (mm/raialyoum/ii)

Baca juga:

Faksi-faksi Resistansi Palestina: Kabinet Netanyahu Mustahil Mampu Tundukkan Palestina

Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Ibu Kota Iran, Ada Apa?

DISKUSI: