Kerajaan Saudi Mulai Bebebaskan Para Pangeran Senior Yang Ditangkap

0
120

Riyadh, LiputanIslam.com –  Surat kabar Wall Street Journal (WSJ) mengutip keterangan beberapa sumber melaporkan bahwa Kerajaan Saudi pada Ahad kemarin (8/3/2020) mulai membebaskan para pangeran dan pejabat senior yang ditangkap selama dua hari sebelumnya.

Sumber-sumber itu mengatakan bahwa perkembangan itu terjadi ketika Kerajaan berusaha mengakhiri desas-desus mengenai kondisi kesehatan Raja Salman bin Abdul Aziz, 84 tahun. Para petinggi yang dibebaskan itu mencakup Menteri Dalam negeri Abdulaziz bin Saud bin Nayef dan ayahnya yang menjabat sebagai amir kawasan timur, Saud bin Nayef bin Abdulaziz, setelah keduanya dipanggil dan diinterogasi di Pengadilan Kerajaan.

Menurut sumber-sumber anonim itu, kedua pangeran itu dipanggil untuk diinterogasi di tengah kampanye keamanan yang ditandai dengan penangkapan terhadap puluhan pangeran dan pejabat sejak Jumat lalu sebagai upaya Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman untuk mengonsolidasikan keluarga besar Kerajaan.

Dalam kampanye itu dua anggota senior keluarga Kerajaan, yaitu Pangeran Ahmed bin Abdulaziz dan Pangeran Mohamed bin Nayef, telah ditangkap dan hingga kini belum dibebaskan. Namun, pembebasan keduanya diduga akan segera menyusul, karena penangkapan itu dilakukan sebagai peringatan mengenai keharusan mendukung kekuasaan Mohamed bin Salman.

Baca: Kerajaan Saudi Tangkap Tiga Pangeran Papan Atas

Sebelumnya, sumber-sumber itu menyebutkan bahwa Pengadilan Kerajaan Saudi menduga Ahmed bin Abdulaziz dan Mohamed bin Nayef berupaya melakukan kudeta terhadap Mohamed bin Salman, terutama karena status putra mahkota sebelumnya tersandang pada Mohamed bin Nayef.

Baca: Pompeo dan Kushner Disebut Berperan dalam Penangkapan Para Pangeran Saudi

WSJ melaporkan bahwa gelombang aksi penangkapan itu menggulung puluhan pejabat di Kementerian Dalam Negeri dan Angkatan Bersenjata, perwira, dan tokoh dengan tuduhan menyokong upaya kudeta. (mm/rt)

DISKUSI: