Kepada Staf Majalah Charlie Hebdo, Panglima IRGC: Lihatlah Apa yang Terjadi pada Salman Rushdie

0
127

Teheran, LiputanIslam.com   Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran Mayjen Hossein Salami, Selasa (10/1), memperingatkan kepada para staf majalah satir Prancis Charlie Hebdo agar melihat apa yang dialami penulis anti-Islam Salman Rushdie.

“Saya menyarankan orang Prancis dan direktur majalah Charlie Hebdo untuk melihat nasib Salman Rushdie,” kata Salami dalam sebuah ucara di Zahedan di Iran tenggara, yang dihadiri oleh para ulama Syiah dan Sunni, para kepala masyarakat adat setempat, keluarga para martir dan sejumlah pejabat provinsi Sistan dan Baluchistan.

“Jangan bermain-main dengan Muslim, Salman Rushdie menghina Alquran dan Nabi Suci Islam 30 tahun lalu dan bersembunyi di tempat berbahaya,” lanjut Panglima IRGC.

Mayjen Salami menyoal, “Setelah bertahun-tahun, seorang pemuda Muslim berani membalas dendam pada Salman Rushdie dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya. Di mana dia sekarang? Dalam situasi bagaimana dia berada? Kita tidak tahu.”

Dia juga mengatakan,”Mungkin, mereka akan membunuh pemuda pemberani ini atau mereka bahkan mungkin telah membunuhnya. Lagi pula, faktanya Salman Rushdie tidak akan kembali.”

Pada 13 Agustus 2022, Salman Rushdie, penulis buku anti-Islam dan penista Nabi Muhammad saw, menderita luka parah diserang oleh seorang pemuda dengan pisau di atas panggung dalam sebuah acara di New York, AS.

Majalah Prancis Charlie Habdo belum lama ini menerbitkan beberapa kartun anti-Iran dan anti-Islam, sehingga memancing reaksi kecaman keras dari masyarakat dan para pejabat Iran. (mm/mna)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Perusuh Berlagak Protes Kelemahan, Padahal Ingin Hancurkan Kekuatan

Jenderal Bagheri: Kepentingannya Terhantam, Kubu Arogan Dunia Berusaha Rusuhkan Iran

DISKUSI: