Kepada Media Israel, Para Pejabat Arab Teluk Mengaku Khawatir AS Kembali kepada Kebijakan Obama

0
66

London, LiputanIslam.com –  Para pejabat negara-negara Arab Teluk mengaku khawatir para pengikut atau orang-orang yang sepemikiran dengan mantan Presiden AS Barack Obama akan kembali ke Gedung Putih dengan kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS 2020.

Seperti dikutip Al-Khaleej Online, Senin (9/11/2020), tanpa menyebutkan nama orang, kanal resmi Israel Kan melaporkan bahwa para pejabat senior di kawasan Teluk Persia khawatir akan kembalinya “orang-orang Obama” ke Gedung Putih selama era Biden.

Mereka juga mengungkapkan keprihatinan mereka ihwal kebangkitan kembali kelompok Islamis Ikhwanul Muslimin, yang dilarang di Arab Saudi dan UEA, serta pencabutan sanksi terhadap Iran dan cabang-cabangnya di kawasan.

Para pejabat tersebut menilai ada ketidakpastian terkait kebijakan Biden di Timur Tengah.

Mereka mengatakan, “Kembalinya Biden ke kebijakan perdamaian terhadap Iran dan Ikhwanul Muslimin akan membawa negara-negara Teluk lebih dekat ke Israel dan memperkuat perjanjian normalisasi yang telah dicapai antara Israel, UEA dan Bahrain baru-baru ini.”

Meski demikian, mantan kepala Intelijen Umum Saudi Pangeran Turki Al-Faisal berkomentar bahwa Biden sebagai orang yang sangat berpengalaman menyadari kepentingan negaranya di Timur Tengah sehingga tetap akan menjadikan Riyadh sebagai mitra strategis terbesar bagi Washington.

Qatar, Kuwait, Oman, Bahrain, dan UEA telah menyampaikan ucapan selamat kepada Biden atas kemenangan dalam pilpres melawan Presiden Petahanan Donald Trump, sementara Arab Saudi menunda ucapan selamat selamat hingga Minggu malam.

Pada Sabtu malam, media AS mengumumkan kemenangan Biden di tengah keraguan Presiden Donald Trump tentang integritas pemilu. (mm/alkhaleejonline)

Baca juga:

Warganet Sebut Beberapa Pemimpin Arab “Anak-Anak Yatim Trump”

Rouhani Imbau Joe Biden Tebus Kesalahan Trump, Zarif Minta Negara-Negara Tak Bergantung ke AS

 

 

DISKUSI: