Warganet Sebut Beberapa Pemimpin Arab “Anak-Anak Yatim Trump”

0
75

Doha, LiputanIslam.com –  Di tengah perhatian banyak orang di dunia tertuju pada hasil pilpres Amerika Serikat (AS) 2020, yang tergolong pilpres paling kontroversial, di media sosial, terutama Twitter, muncul tagar “anak-anak yatim Trump”.

Tentang fenomena itu, surat kabar Al-Sharq, Senin (9/11/2020), melaporkan bahwa begitu capres Joe Biden diumumkan sebagai pemenang,  “mulai terjadi tangisan dan ratapan Abu Dhabi dan Kairo” dalam bentuk yang bahkan “melebihi tangis dan ratapan para anggota Partai Republik sendiri”.

Menurut media yang berbasis di Qatar itu, warganet lantas memperolok orang-orang yang getol membela Presiden Petahana AS Donald Trump, dan menyebut mereka “anak-anak yatim Trump”.

Disebutkan bahwa orang yang membela itu antara lain Abdul Khaliq Abdullah, penasehat Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Mohamed bin Zayed, karena dia menyebutkan alasan bahwa Trump berhak marah dan menggugat ke pengadilan.

Abdul Khaliq di Twitter antara lain menyatakan, “Jika kandidat Demokrat Joe Biden menang, maka kemenangannya lemah, membosankan, tak meyakinkan, dan Presiden Trump berhak marah dan merujuk ke pengadilan.”

Banyak warganet lantas memperoloknya, antara lain dengan menyatakan bahwa cuitan seperti itu bahkan tak diposting oleh para petinggi partai Republik AS sendiri atau bahkan “orang yang paling gila” kepada pemimpinnya di partai itu, dan Trump seolah pembela semua urusan Arab dan pendukung dunia Arab.

Menurut warganet Arab, bukan tak mungkin Biden akan “menjungkir balik surga Trump yang telah dinikmati Arab”.

Di Mesir, jurnalis Abdul Fattah Fayed menyatakan, “Anak-anak Yatim Trump sedang mengurung diri di negara-negara kita untuk berdoa demi Trump.”

Ada pula aktivis wanita Mesir, Menal, yang menyebut presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi sebagai anak yang paling Yatim. Wanita itu memperlihat karikatur Trump menunjuk ke El-Sisi sembari berucap, “Apa yang hendak dia lakukan sepeninggalku.”

Di Kuwait, aktivis Abdul Aziz Al-Qattan melontarkan pesan belasungkawa kepada rezim-rezim Arab penjalin hubungan dengan Israel sembari menyebut mereka “pengkhianat Arab dan Islam”.

Seperti diketahui, media AS Sabtu lalu melaporkan bahwa Joe Biden telah memenangi pilpres AS melawan saingannya dari Partai Republik, Donald Trump. Beberapa negara Arab lantas menyatakan selamat kepada Biden, meski sebagian di antaranya, termasuk Saudi dan UEA, tampak menunda waktu dan tidak segera menyatakan selamat. (mm/alsharq)

Baca juga:

Wakil Demokrat AS Nyatakan Pendanaan Perang Saudi di Yaman akan Dihentikan

Rouhani Imbau Joe Biden Tebus Kesalahan Trump, Zarif Minta Negara-Negara Tak Bergantung ke AS

DISKUSI: