Kena Bully di Medsos, Saudi Sebut Video Hoaxnya tentang “Bengkel Rudal” di Yaman sebagai “Salah Putar”

0
137

Shabwah, LiputanIslam.com –   Pasukan koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi akhirnya membuat pernyataan mengenai video hoaxnya tentang apa yang disebutnya sebagai “bengkel rudal” pasukan Ansarullah (Houthi) di Pelabuhan Hudaydah, Yaman.

Juru bicara koalisi Arab, Brigjen Turki Al-Maliki, dalam jumpa pers di provinsi Shabwah, Yaman, Selasa (11/1), dengan entengnya mengklaim bahwa penayangan video hoax itu terjadi akibat “salah putar”.

“Kami tidak merasa keberatan jika ada suatu apapun memerlukan koreksi, sudah menjadi kewajiban adab dan akhlak untuk adanya koreksi,” katanya.

Dia kemudian  menjelaskan, “Video yang Anda sebutkan tadi ialah diputar secara keliru dari salah satu sumber. Kami berurusan di deaerah operasi, kami memiliki banyak sumber, dan ini terjadi sebagai kesalahan marginal (remeh) dalam berurusan dengan sumber-sumber.”

Dia kemudian bersikukuh lagi pada tuduhan pasukan koalisi terhadap Ansarullah dengan mengatakan, “Kekeliruan klip ini oleh salah satu sumber tak berarti bahwa milisi Houthi tidak menggunakan kamp-kamp pelabuhan dan tidak menggunakan orang-orang sipil untuk tujuan perlindungan.”

Seperti diketahui, pada dalam jump pers Sabtu pekan lalu Al-Maliki dengan yakinnya menayangkan penggalan video yang disebutnya sebagai rekaman sebuah ruangan besar yang digunakan Ansarullah sebagai bengkel di Pelabuhan Hudaydah. Tapi kemudian terungkap bahwa video itu ternyata hanyalah cuplikan dari sebuah film jadul buatan AS berjudul “Severe Clear” yang dirilis pada tahun 2010 dan bercerita tentang invasi militer AS ke Irak.

Al-Maliki menayangkan video sembari menyebutnya sebagai bukti bahwa Ansarullah menggunakan fasilitas sipil untuk tujuan militer. Dia mencari pembenaran untuk serangan pasukan koalisi ke Pelabuhan Hudaydah ataupun fasilitas sipil lain.

Dibully Warganet Arab

Situs berita Middle East Monitor (MEM) menyebutkan bahwa Saudi menjadi bahan ejekan di media sosial akibat penayangan video hoax tersebut.

“Bahkan warga Saudi pun turun ke media sosial menanggapi klaim Al-Maliki. Aktivis Saudi dan saudara perempuan aktivis hak perempuan Loujain Al-Hathloul berkata, ‘Saya bertanya-tanya bagaimana orang-orang ini berkuasa – sungguh lelucon’,” tulis MEM, Selasa.

MEM menambahkan, “Khalid Al-Jabri, putra pembangkang Saudi dan mantan kepala intelijen Saad Al-Jabri, menyoal secara sinis apakah Saudi selanjutnya akan menggunakan cuplikan dari film Saving Private Ryan.”

Juru bicara militer Ansarullah sendiri, Brigjen Yahya Saree, menyebut video itu sebagai “skandal” dan bukti “kebangkrutan” pasukan koalisi karena menggunakan cuplikan dari film AS.

Dia menambahkan, “Ini adalah agresi yang sejak awal diisi dengan kebohongan dan tipu daya untuk menutupi mata mereka dengan pasir, tapi rangkaian kebohongannya pendek.”

Situs Middle East Eye (MEE), Senin lalu mengaku telah menghubungi kedutaan Saudi di London untuk memberikan komentar, tapi tak menyebutkan bagaimana komentarnya.

Namun MEE melaporkan bahwa penayangan telah klip itu” telah memicu kemarahan dan ejekan online”. Media ini juga mengutip cuitan aktivis Saudi, Lina al-Hathloul: “Saya bertanya-tanya bagaimana orang-orang ini berkuasa – lelucon yang luar biasa.”

MEE juga mengutip pernyataan Khalid al-Jabri, putra mantan agen intelijen Saudi Saad al-Jabri:  “Jenis badut militer top-down inilah yang menyebabkan Arab Saudi terjebak dalam kubangan selama tujuh tahun di Yaman. Perang ini tidak akan pernah berakhir ketika intel dibuat dari film dokumenter invasi Irak.” (mm/alhadath/mem/mee)

Berita Terkait:

Tokoh Ansarullah Yaman Ungkap Motif Video Hoax Saudi Ihwal Pelabuhan Hudaydah

[Video:] Parah, Bermaksud Buktikan Kehebatan Intelijennya di Yaman, Saudi Malah Comot Film Buatan AS

DISKUSI: