Kemlu Rusia Bantah Peluncuran Satelit Iran Langgar Perjanjian Nuklir

0
789

Moskow, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menepis klaim “tidak berdasar” Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bahwa peluncuran sateit militer Iran melanggar kesepakatan nuklir Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Zakharova bahkan balik menuding AS sebagai pelanggar hukum dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang malah hendak memutar balik fakta dengan mengkambing hitamkan negara lain.

“Ini bukan pertama kalinya sebuah negara yang secara terang-terangan melanggar norma-norma hukum internasional dan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 sedang mencoba membelokkan kecaman internasional dengan cara menuduh Iran tidak patuh kepada persyaratan Dewan Keamanan,” tuding  Zakharova.

Sebelumnya, Ketua Komite Internasional Majelis Rusia Konstantin Kosachev juga menyatakan bahwa peluncurkan satelit militer Iran ke luar angkasa bukanlah pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebagaimana AS, Inggris juga berusaha menyudutkan Iran terkait dengan peluncuran satelit itu. Dalam sebuah statemennya yang dirilis, Jumat,  Kementerian Luar Negeri Inggris  mengaku prihatin terhadap peluncuran satelit militer Iran dan mendesak Teheran agar mematuhi larangan PBB.

“Laporan bahwa Iran telah melakukan peluncuran satelit menggunakan teknologi rudal balistik menjadi keprihatian signifan dan tidak konsisten dengan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB,” bunyi statemen itu.

Baca: Iran Berencana Orbitkan Satelit Militer Kedua dan Lain-Lain Yang Lebih Besar

Sehari sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Perancis juga merilis pernyataan senada dengan mengklaim peluncuran rudal Iran melanggar Resolusi 2231.

Perancis menyatakan bahwa Resolusi 2231 menyerukan kepada Iran untuk menghindari “segala kegiatan yang berkaitan dengan rudal balistik yang dirancang untuk dapat mengantar senjata nuklir, termasuk meluncurkan menggunakan teknologi rudal balistik seperti itu.”

Baca: Sindiran Keras Pejabat Iran untuk AS: “Baca Buku Non-fiksi !”

Iran sendiri telah berulang kali mengaku tidak memiliki rencana mengembangkan senjata nuklir ataupun rudal yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir, sesuai pesan utama kesepakatan nuklir yang pernah dicapainya dengan negara-negara P5 +1, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis , Cina, Rusia dan Jerman. (mm/presstv)

DISKUSI: