Kemlu Iran Sebut Pembunuhan Jenderal Soleimani “Aksi Teror Terorganisir” AS

0
86

Teheran, LiputanIslam.com   Kemlu Iran dalam sebuah pernyataan, Senin (2/1) menyebut pembunuhan mantan komandan Pasukan Quds IRGC Jenderal Qassem Soleimani oleh AS sebagai “contoh mencolok dari aksi teror terorganisir.”

“Tidak diragukan lagi, tindakan kriminal pembunuhan Jenderal Soleimani, yang dirancang dan dieksekusi oleh AS, merupakan contoh mencolok lain dari aksi teroris terorganisir,” bunyi pernyataan yang dirilis pada peringatan tiga tahun gugurnya Jenderal Soleimani dan sejumlah rekannya oleh serangan yang diperintahkan langsung oleh presiden AS saat itu, Donald Trump.

Kemlu Iran menambahkan bahwa berdasarkan peraturan hukum dan internasional, rezim AS memikul ‘tanggung jawab internasional yang pasti’ atas kejahatan ini, dan bahwa semua agen, penghasut, pelaku, pembantu dan pendukung kejahatan teror ini harus bertanggung jawab.

“Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri, bersama dengan Kejaksaan Republik Islam Iran dan badan-badan lainnya sejak semula telah mengadopsi sejumlah tindakan yang didasarkan pada prinsip hukum memerangi impunitas kejahatan untuk meminta pertanggungjawaban yang disebutkan di atas dan membawa mereka ke pengadilan,” tambahnya.

Kementerian mencatat bahwa Komite Yudisial Bersama antara Iran dan Irak juga terus bekerja untuk menindaklanjuti tindakan teror  AS tersebut.

Di bagian lain dalam pernyataan itu, Kemlu Iranmenyatakan bahwa bekerjasama dengan lembaga terkait lainnya, pihaknya telah “membentuk Komite Khusus untuk Tindak Lanjut Hukum dan Internasional Kasus Pembunuhan Jenderal Soleimani dan Sahabatnya.”

Kemlu Iran menjelaskan, “Sejak didirikan, komite ini telah menyelidiki dan mengejar aspek hukum dari kasus tersebut dan sejauh ini telah mengambil beberapa langkah untuk menekan masalah ini di semua tingkat domestik, bilateral, regional dan internasional. Komite ini bertekad untuk melanjutkan dengan serius sampai tujuannya tercapai sepenuhnya dan diminta tanggung jawab internasional dari pemerintah AS.”

Kemlu Iran juga menegaskan, “Sejalan dengan prinsip kebijakannya untuk melawan terorisme dan ekstremisme, Republik Islam Iran akan terus berupaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di tingkat regional dan internasional. Dan meskipun kesyahidan Jenderal Qassem Soleimani merupakan kerugian yang terlampau besar bagi Iran, hal itu tidak akan menghalangi Republik Islam Iran untuk mengejar tujuan mulianya.”

Jenderal Soleimani, dan rekannya dari Irak Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan pasukan relawan Irak Al-Hashd Al-Shaabi atau Unit Mobilisasi Populer (PMU), gugur bersama rekan mereka akibat serangan drone AS pada 3 Januari 2020.

Kedua komandan anti-teror itu sangat dihormati dan dikagumi karena peran penting mereka dalam penumpasan kelompok teroris ISIS, khususnya di Irak dan Suriah. (mm/presstv)

Baca juga:

Iran Kirim Pesan Peringatan ke Israel Melalui Latihan Perang ‘Zolfaqar 1401’

Wapres Iran:  Pemimpin Besar Iran Rontokkan Konspirasi Musuh terhadap Suriah

DISKUSI: