Kemlu Irak: Pasukan Asing akan Keluar Sesuai Jadwal

0
492

Baghdad, LiputanIslam.com –  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan bahwa pasukan asing akan meninggalkan negara ini sesuai dengan jadwal tertentu.

Dikutip kantor berita Irak, INA, setelah perundingan strategis putaran ketiga antara Baghdad dan Washington berakhir, juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmed al-Sahaf, Rabu malam (7/4), menjelaskan ihwal penarikan pasukan asing dari negaranya.

“Kehadiran tentara AS setelah pembicaraan ini akan dibatasi pada misi penasehat dan pelatihan, dan pasukan asing akan ditempatkan di luar Irak sesuai dengan jadwal tertentu,” ungkap al-Sahaf.

Putaran ketiga pembicaraan strategis antara Washington dan Baghdad dimulai pada Rabu malam, dengan berfokus pada masalah keamanan, ekonomi, energi, politik, kontra-terorisme, dan kerjasama pendidikan dan budaya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan, “Pembicaraan strategis itu berkenaan dengan tantangan keamanan, kesehatan dan ekonomi. Baghdad dan Washington menekankan perlunya mematuhi perjanjian kerangka kerja strategis.”

Al-Sahaf menambahkan, “Pasukan asing yang tersisa hanya akan hadir di pangkalan Irak. Baghdad dan Washington telah menyetujui tidak adanya pasukan tempur (asing) di Irak.”

Putaran baru pembicaraan strategis antara Baghdad dan Washington diadakan pada 11 Juni 2020 pada masa pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump melalui konferensi video. Kedua belah pihak membahas berbagai masalah, terutama penarikan pasukan AS dari Irak.

Berbagai pihak di Irak mendesak pemerintah Irak agar mengeluarkan pasukan asing dari Irak menyusul insiden serangan militer AS yang menggugurkan jenderal legendaris Iran Qassem Soleimani dan rekan seperjuangannya, Abu Mahdis al-Muhandis, wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi pada 3 Januari 2020.

Pada 23 Januari terjadi unjuk rasa jutaan rakyat Irak di Baghdad untuk menegaskan tuntutan mereka agar tentara AS angkat kaki dari Irak.

Desakan itu lantas berbuah undang-undang yang disahkan parlemen Irak dan menugaskan kepada pemerintah Baghdad agar mengeluarkan pasukan asing.

Selasa lalu Wakil komandan Pasukan Quds IRGC Brigjen Mohammad Hejazi menyatakan bahwa pasukan AS mau tidak mau akan segera ditarik dari Irak setelah gagal menjalankan misinya. (mm/mna)

Baca juga:

Jenderal IRGC: Misi AS di Irak Gagal, Pasukannya akan Segera Terusir dari Kawasan

Tuding Israel, Militer Iran Pastikan akan Balas Serangan terhadap Kapal Iran

DISKUSI: