Kecam Pernyataan Menlu, Kubu Resistensi Irak Tegaskan Negara ini Tak Butuh Pasukan AS

0
285

Baghdad, LiputanIslam.com –  Komite koordinasi kelompok-kelompok resistensi Irak memperingatkan pemerintah negara ini ihwal keberadaan pasukan AS di Irak dengan label apapun.

“Kami menegaskan persyaratan kubu resistensi, yang tidak memperkenankan segala bentuk keberadaan militer asing di Irak,” ungkap komite tersebut, Jumat (23/7).

Komite ini memperingatkan bahwa campur tangan asing dalam masalah keamanan Irak bertujuan memata-matai badan-badan keamanan negara ini demi kepentingan Israel.

“Tugas Angkatan Udara AS di Irak adalah membela keamanan Rezim Zionis (Israel) dan memata-matai Poros Resistensi… Agar kongkret, harus dilakukan penarikan pasukan pendudukan asing dari semua wilayah Irak dan secara total,” lanjutnya.

Peringatan ini dinyatakan setelah Menlu Irak Fuad Hussain di hari yang sama berbicara mengenai perundingan strategis Irak dengan AS yang sedang berlangsung di Washington. Dia mengatakan bahwa pasukan keamanan Irak masih memerlukan pelatihan, pembekalan dan persenjataan dari AS.

Pemimpin Gerakan Kebijaksanaan Nasional Irak yang juga ketua aliansi politik Qiwa Al-Daulah juga angkat bicara tentang ini  dan mendesak agar perundingan  tersebut berujung pada penarikan pasukan AS.

“Perundingan harus maju pada arah yang membuat pasukan AS keluar dari Irak,” katanya.

Jubir Kemlu Irak Ahmad Al-Sahaf mengumumkan bahwa putaran ke-4 perundingan strategis Irak-AS mengenai penarikan pasukan AS dari Irak dimulai pada hari Jumat (23/7), dan dalam rangka ini Perdana Menteri Irak akan mengadakan pertemuan dengan Presiden AS di Gedung Putih pada hari Senin mendatang.

Surat kabar AS Wall Steet Journal (WSJ) melaporkan bahwa para pejabat senior kedua negara bermaksud merilis sebuah statemen yang menghendaki penarikan pasukan AS dari Irak sampai akhir tahun ini.

Sekjen Asaib Ahl Haq, Qais Al-Khazali, menyayangkan pernyataan Menlu Irak bahwa pasukan Irak masih memerlukan pasukan AS.

Di halaman Twitternya, Al-Khazali menuliskan, “Pernyataan Menlu Irak bahwa pasukan keamanan negara ini masih memerlukan bantuan pasukan AS adalah pernyataan yang memprihatinkan dan tak dapat diterima oleh kami maupun setiap orang Irak lainnya yang berbangga dengan badan-badan militer dan keamanannya.”

Dia menambahkan, “Pernyataan (Menlu Irak) ini tidak mencerminkan realitas kemampuan pasukan perkasa kita berupa Angkatan Bersenjata, Polisi Federal, Al-Hashd Al-Shaabi, Badan Kontra-Terorisme serta semua pengalaman dan keahlian yang telah dicapai setelah kemenangan atas ISIS.” (mm/fna/alalam)

Berita terkait:

Media AS Laporkan Pasukan Negara Ini akan Keluar dari Irak Sampai Akhir Tahun 2021

Menlu Irak: Perjanjian Sudah Dekat Mengenai Jadwal Penarikan Pasukan AS

DISKUSI: