Kecam “Kekaisan Pembohong Barat”, Putin Berjanji kepada Macron Tak Serang Sipil di Ukraina

0
255

Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam kontak telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin selama sekitar satu setengah jam telah memintanya menghentikan serangan terhadap warga sipil, dan “Putin menegaskan bahwa dia bertekad untuk demikian (tak menyerang sipil)”.

Menurut Istana Kpresiden Prancis Elysee, Senin (28/2), Macron juga berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky “berulang kali dalam beberapa jam terakhir,” dan Macron mengontak Putin “atas permintaan” Zelensky.

Selama panggilannya dengan Putin, “(Macron) mengulangi permintaan komunitas internasional untuk penghentikan serangan Rusia terhadap Ukraina, dan menegaskan kembali perlunya pemberlakuan gencatan senjata secepatbta,” menurut pada hari kelima invasi Rusia ke Rusia. Ukraina.

Presiden Prancis mendesak supaya “semua serangan terhadap warga sipil dan tempat tinggal mereka dihentikan, semua infrastruktur sipil dan jalan diamankan, terutama jalan di selatan Kyiv,” ketika “pembicaraan antara delegasi Rusia dan Ukraina dimulai” di perbatasan Ukraina-Belarusia.

Macron juga menyerukan “penghormatan terhadap hukum hak asasi manusia internasional, perlindungan warga sipil dan pengiriman bantuan, sesuai dengan resolusi yang diusulkan oleh Prancis di hadapan Dewan Keamanan PBB.”

Kontak telefon antara Putin dan Macron ini adalah yang kedua kalinya sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari. Pada Kamis lalu kedua melakukan kontak telefon menjelang pertemuan puncak luar biasa Uni Eropa di Brussels.

Pada hari Senin, Putin mengutuk apa yang disebutnya “kekaisaran pembohong” Barat ketika Barat memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Menurut dekrit yang diterbitkan di situs Kremlin, penduduk Rusia akan dilarang mentransfer uang ke luar negeri mulai Selasa, setelah rubel sebelumnya mencapai posisi terendah sepanjang masa terhadap dolar dan euro.

Amerika Serikat, Uni Eropa dan negara-negara lain menjatuhkan sanksi terhadap Rusia antara lain dengan memutuskan bank-bank besar Rusia dari sistem pengiriman uang SWIFT, dan telah memblokir semua transfer dengan Bank Sentral Rusia. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Nuklir Rusia dalam Kondisi Siap Tempur, AS Meradang

Damaskus: AS dan Barat Tak Berhak Bicara Soal Hukum Internasional

DISKUSI: