Kecam Berlanjutnya Blokade, Pasukan Yaman Umumkan Berakhirnya Gencatan Senjata Sepihak

0
246

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pasukan Yaman kubu Sanaa mengumumkan berakhirnya penangguhan serangannya terhadap pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi.

“Telah diakhiri penangguhan serangan rudal dan drone serta semua operasi militer terhadap Saudi dan penghentian operasi serangan di semua front di Yaman,”bunyi pernyataan Dewan Tinggi Politik Yaman yang berkedudukan di Sanaa, ibu kota Yaman, Rabu (30/3).

Dewan ini menyatakan “Sangat prihatin atas tidak adanya respon dari pasukan agresor secara jelas dan terbuka untuk inisiatif perdamaian yang serius dan permenen yang telah diluncurkan oleh kepala Dewan Tinggi Politik Yaman, Mahdi Al-Mushat.”

Dewan ini menilai isiatif itu sebagai bukti nyata “keinginan Yaman untuk memulihkan perdamaian dan hubungan bertetangga yang baik”.

“Kami sepenuhnya menyadari watak koalisi agresi dan kebiasaan mereka berupa penundaan terus-menerus, penguluran waktu, keengganan, keras kepala dan cara-cara berbelit lain, dan semua ini sudah terlihat jelas sehingga bukan lagi hal yang mengejutkan,” lanjutnya.

Dewan Tinggi Politik Yaman lantas menegaskan, “Tak ada perdamaian tanpa pencabutan blokade terhadap Yaman serta penghormatan atas kedaulatan dan kemerdekaan Yaman… Jika ini tidak terwujud maka kami menegaskan bahwa Yaman, baik para pemimpin maupun rakyatnya, mempertahankan haknya secara keseluruhan untuk menempuh langkah-langkah politik dan militer yang dinilainya sesuai dan menjamin kembalinya hak mereka sepenuhnya tanpa ada yang kurang.”

Pada Senin lalu pasukan Yaman kubu Sanaa yang terdiri dari tentara Yaman dan pasukan Ansarullah telah mengumumkan secara sepihak penangguhan serangan rudal dan drone sertasemua operasi militer darat dan udaranya terhadap Saudi selama tiga hari.

Saat itu mereka juga menegaskan kesiapannya untuk “mengubah pengumuman itu menjadi komitmen final, teguh dan permanen apabila Saudi mengumumkan dan berkomitmen untuk menghentikan blokade dan serangan udaranya secara total, kokoh dan permanen”.

Sementara itu, pembicaraan untuk mencari solusi bagi krisis  Yaman yang mulai diselenggarakan di Riyadh, ibu kota Saudi, pada hari Rabu, dengan inisiatif Dewan Kerjasama Teluk (GCC) tidak dihadiri oleh kubu Sanaa, meskipun hari itu adalah hari pertama pelaksanaan gencatan senjata yang diumumkan oleh pasukan koalisi untuk jangka waktu sampai berakhirnya bulan suci Ramadhan.

Pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung seminggu itu dihadiri oleh Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman Hans Grundberg dan utusan Amerika Serikat untuk Yaman Tim Lenderking serta pihak Yaman kubu presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung koalisi.

Kubu Sanaa sejak awal menolak menghadiri pembicaraan itu dengan alasan bahwa pembicaraan demikian seharusnya diselenggarakan di negara lain yang netral dalam masalah Yaman, bukan di Saudi yang justru memimpin invasi militer koalisi di Yaman. (mm/alalam/raialyoum)

Berita Terkait:

Sanaa: Utusan PBB Tahu Pihak Agresor adalah Penghalang Misinya

Koalisi Pimpinan Saudi Umumkan Penghentian Operasi Militer di Yaman

DISKUSI: