Kapal Tanker Iran di Venezuela, Kemenangan bagi Masyarakat Internasional

0
141

Caracas, LiputanIslam.com –   Duta Besar Iran untuk Venezuela di Caracas Hojjatollah Soltani mengatakan bahwa kebersikukuhan negaranya untuk mengirim tanker minyak ke Venezuela meskipun mendapat penentangan dan ancaman dari AS merupakan kemenangan bagi PBB dan komunitas internasional atas arogansi AS.

“Memaksa agresor dan pemerintah arogan AS agar memenuhi tanggung jawabnya di bawah aturan dan perjanjian internasional serta menghormati kebebasan pengiriman dan perdagangan adalah efek strategis terpenting dari kedatangan tanker-tanker itu di Venezuela,” tulis Soltani di halaman twitter-nya, Rabu (27/5/2020) .

“PBB dan komunitas internasional telah bertahun-tahun menunggu dan pantas mendapatkan kemenangan demikian,” lanjutnya.

Awal pekan ini Soltani juga mengatakan bahwa keputusan AS untuk tidak menyerang kapal tanker Iran yang membawa minyak ke Venezuela menunjukkan bahwa di Washington masih ada beberapa pembuat keputusan yang bijak.

“Mereka harus membuat penghasut perang memahami bahwa mematuhi peraturan dan perjanjian internasional oleh pemerintah seperti AS akan menciptakan dunia yang lebih aman untuk semua negara, termasuk AS sendiri,” cuit Soltani.

Baca: Kapal Tanker Iran ke-3 Masuki Perairan Venezuela

Belakangan, Soltani menepis kabar bahwa minyak Iran dibarter dengan emas 9-ton dari Caracas. Dia menyebutkan bahwa ada banyak cara untuk berdagang seperti mengekspor minyak untuk kopi dan coklat dan atau item makanan lainnya.

Baca: Rai al-Youm: Armada ke-4 AS Gagal Hadapi Tantangan Iran

“Tapi media yang bias telah merilis berita buruk tentang pertukaran emas Venezuela dengan minyak Iran… Media Barat berusaha membuat iklim negatif terhadap Iran dan Venezuela sebagai upaya menutup-nutupi kegagalan mereka di hadapan opini publik dunia,” ungkapnya.

Seperti pernah diberitakan, dua kapal tanker minyak Iran, Fortune dan Forest, telah merapat di pelabuhan Venezuela beberapa lalu, sedangkan kapal ketiga, Petunia, dilaporkan baru memasuki perairan Venezuela pada Selasa lalu, sedangkan dua kapal sisanya, Faxon dan Clavel, masih berlayar melintasi Samudera Atlantik. (mm/fna)

DISKUSI: