Rai al-Youm: Armada ke-4 AS Gagal Hadapi Tantangan Iran

0
139

Paris, LiputanIslam.com –   Media online Rai al-Youm (RY) yang berbasis di London, Inggris, menilai Armada ke-4 AS gagal setelah dua kapal tanker minyak Iran berhasil merapat ke pelabuhan Venezuela.

RY menyebutkan bahwa pengiriman kapal-kapal tanker minyak Iran itu merupakan tantangan Teheran terhadap Armada ke-4 AS yang ditugaskan di Karibia dan Amerika Latin, dan tantangan pula terhadap sanksi yang diterapkan Washington atas item bensin Iran.

Menurut RY, negara-negara Eropa terkejut oleh ancaman Gedung Putih terhadap kapal-kapal tanker minyak Iran, karena menyerupai ancaman AS terhadap kapal-kapal Uni Soviet yang bermaksud mengirim rudal-rudal nuklir ke Kuba pada awal-awal dekade 1960-an.

RY menambahkan bahwa keberhasilan kapal-kapal Iran ke Venezuela merupakan prestasi besar karena menjadi simbol tantangan Iran terhadap AS. Iran menjadi ujian terbesar bagi Armada ke-4 AS yang telah diaktifkan lagi oleh Washington pada masa kepresidenan Barack Obama setelah sekian dekade dinon-aktifkan dan setelah Cina dan Rusia menerobos masuk ke wilayah Amerika Latin di mana Rusia mendapatkan pangkalan-pangkalan yang tak diumumkan di Venezuela.

Baca: Kapal Tanker Minyak Kedua Iran Tiba di Venezuela, Dikawal Kapal Perang dan Jet Tempur

Campur tangan militer AS terkait dengan kapal-kapal Iran itu merupakan ujian kongret bagi Armada ke-4 AS, namun tidak terjadi apa-apa antara lain karena Pentagon khawatir terhadap balasan Iran terhadap kapal-kapal kargo AS di Teluk Persia.

Gebrakan Iran itu secara simbolik semakin telak karena kapal-kapal tanker mengangkut bensin, sesuatu yang tak diproduksi oleh Iran dalam beberapa tahun terakhir sehingga Iran bahkan mengimpor sebagian di antaranya akibat sanksi AS.

Baca: Jenderal Iran: Reaksi akan Sengit Jika AS Bertindak Ceroboh

Setelah blokade AS semakin ketat, Teheran berhasil mencapai swasembada bensin sejak tahun 2018 hingga kemudian mengeksornya, dan Venezuela merupakan negara pertama yang memanfaatkan hasil teknologi Iran tersebut. (mm/raialyoum)

DISKUSI: