KairoTuntut Penyelidikan Kabar  Keberadan Kuburan Massal tentara Mesir di Palestina

0
135

Kairo, LiputanIslam.com   Kementerian Luar Negeri Mesir merilis pernyataan mengenai pemberitaan di Israel ihwal keberadaan kuburan tentara Mesir yang tewas dalam perang 1967di daerah Latrun dekat kota Quds (Yerusalem).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez, menyatakan bahwa Kedutaan Besar Mesir di Tel Aviv telah ditugaskan untuk berkomunikasi dengan otoritas Israel guna menyelidiki kebenaran apa yang beredar di media, dan pemberitahuan rincian yang relevan mengenai kabar itu kepada otoritas Mesir.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan bahwa Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyinggung masalah ini dalam sebuah panggilan telepon dengan Lapid setelah dua surat kabar Israel menerbitkan laporan saksi yang menunjukkan adanya kuburan tak bertanda di dekat Latrun, sebuah daerah antara Yerusalem dan Tel Aviv di mana tentara Israel memerangi tentara Mesir beberapa dekade lalu.

Pada Jumat lalu jurnalis Israel Yossi Melman mengungkapkan pembantaian setidaknya 20 tentara Mesir dalam perang 1967.

Dia menyebutkan bahwa “tentara Mesir dibakar hidup-hidup dan tentara Israel mengubur mereka di kuburan massal tak bertanda di dekat Yerusalem.”

Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth dan The Jerusalem Post menerbitkan rincian serupa dengan apa yang disebutkan Melman.

“Presiden Mesir mengangkat laporan tentang kuburan kolektif tentara Mesir selama Perang Enam Hari (1967),” ungkap kantor Lapid.

Pemimpin Israel, menurut pernyataan itu, mengarahkan sekretaris militernya “untuk memeriksa masalah ini secara mendalam dan memberitahu  pejabat Mesir perkembangan terbarunya”.

Dalam perang 1967, Rezim Zionis Israel menang melawan Suriah, Mesir dan Yordania,serta menduduki Semenanjung Sinai, Dataran Tinggi Golan, Jalur Gaza, Tepi Barat dan Quds Timur. Korban tewas pihak Mesir dalam perang ini lebih 11.000 orang. (mm/raialyoum/mee)

Baca juga:

Iran Sebut Terorisme dan Zionisme Ancaman Utama bagi Keamanan Regional

Petinggi Fatah: Biden Sama Saja dengan Trump, dan Saudi tak akan Menormalisasi Hubungan dengan Israel

 

DISKUSI: