Iran Sebut Terorisme dan Zionisme Ancaman Utama bagi Keamanan Regional

0
186

Teheran, LiputanIslam.com   Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) Ali Shamkhani mengecam normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel dan menyebut terorisme dan Zionisme sebagai dua ancaman utama bagi keamanan negara-negara regional.

“Terorisme dan Zionisme adalah dua sumber utama ketidakamanan di kawasan, dan aliansi apa pun dengan rezim Zionis, bahkan yang bersifat non-keamanan dan tanpa militer, akan mengancam stabilitas dan keamanan kawasan”, kata Shamkhani dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani yang berkunjung ke Teheran, seperti dikutip Fars, Kamis (7/7).

Dia menekankan bahwa Iran sangat mementingkan hubungannya dengan negara-negara tetangga, dan bahwa kebijakan Teheran terhadap tetangganya adalah perluasan hubungan secara total dan strategis berdasarkan prinsip pertetanggaan yang baik.

Shamkhani mengatakan perilaku Iran di kawasan menunjukkan negara ini  selalu mengharapkan keamanan kolektif dan menghormati integritas teritorial negara lain.

Shamkhani menyinggung kecaman keras Teheran atas invasi dan pendudukan Kuwait pada Agustus 1990 oleh pasukan rezim diktator Irak Saddam Hussein, dan dukungan Iran kepada Qatar dalam menghadapi embargo ekonomi dan diplomatik Arab Saudi dan sekutunya terhadap Qatar. Menurutnya, dua sikap Iran tersebut merupakan contoh nyata dari strategi Iran.

Mengenai upaya pemulihan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015, yang secara resmi dinamai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), Shamkhani menekankan bahwa pendekatan Iran selama ini adalah demi mencapai kesepakatan yang kuat dan permanen.

Dia menambahkan, “Sanksi yang menindas terhadap Iran harus dihapus sedemikian rupa agar semua negara dapat dengan mudah berinvestasi di negara ini sambil mempertahankan kepentingan jangka panjang mereka.”.

Menurutnya, Iran memasuki babak baru negosiasi di Doha dengan tujuan mencapai kesepakatan, dan akan mematuhi diplomasi seperti yang dilakukan di masa lalu demi pemulihan hak-hak legalnya.

Di pihak lain, Al-Thani menekankan perlunya dialog dan negosiasi regional untuk mengatasi hambatan yang dibuat-buat dan demi memajukan hubungan bilateral dan multilateral.

Dia juga menyebutkan dukungan penuh Qatar kepada pembicaraan mengenai penghapusan sanksi anti-Iran, dan menekankan bahwa semua pihak harus “menghormati komitmen yang diabadikan dalam JCPOA dan kembali ke perjanjian ini sesegera mungkin”. (mm/fna)

Baca juga:

AS Terapkan Sanksi Baru terhadap Iran di Tengah Upaya Pemulihan Perjanjian Nuklir

AS Sebut Iran Tambahkan Tuntutan Baru dalam Perundingan Nuklir

DISKUSI: