Jumlah Penderita COVID-19 Melonjak di Negara-Negara Arab

0
901

Riyadh, Manama, LiputanIslam.com –  Jumlah pengidap virus corona (COVID-19) melonjak di beberapa negara Arab, dan sebanyak enam negara Arab mencatat kasus infeksi dan kematian baru dalam 24 jam terakhir.

Anadolu, Jumat (10/4/2020) melaporkan bahwa Arab Saudi mengonfirmasi 364 kasus baru sehingga jumlah totalnya menjadi 3.651, termasuk 685 yang telah sembuh. Tiga pasien lagi meninggal sehingga menambah angka kematian menjadi 47, menurut pejabat Saudi.

Di Bahrain terdapat enam kasus kematian, serta 26 kasus infeksi baru sehingga jumlah kasus di negara ini menjadi 917. Para pejabat kesehatan Bahrain menyatakan 11 pasien dipulangkan dari rumah sakit, sehingga  jumlah kesembuhan menjadi 530.

Di Tunisia, pihak berwenang mencatat 28 kasus baru sehingga jumlah total menjadi 671, termasuk 25 kematian dan 25 sembuh.

Uni Emirat Arab mencatat dua kematian baru yang menambah jumlah total kematian  menjadi 16 kasus.

Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab mengonfirmasi 370 kasus baru yang membuat jumlah total menjadi 3.360, termasuk 418 sembuh.

Kementerian Kesehatan Mesir mengatakan bahwa kematian di Negeri Piramida akibat pandemi tersebut melonjak menjadi 135 setelah tercatat 17 kematian baru, dan terdeteksi 95 kasus baru sehingga total menjadi 1.794, termasuk 384 sembuh.

Aljazair mencatat 256 kematian setelah 21 pasien lain meninggal, dan terdapat 95 kasus baru total  mencapai 1.761.

Baca: Yaman Mulai Terjangkit COVID-19, Gerakan Ansarullah Yaman Nyatakan Siap Melawan

Setelah dilaporkan muncul pertama kali di Wuhan, Cina pada Desember lalu, virus ini kini telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.

Baca: Jumlah Pasien COVID-19 di Israel Lampaui 10,000

Pandemi ini telah menewaskan lebih dari 102.000 orang, dan menginfeksi lebih dari 1,68 juta, sementara hampir 375.000 pasien telah pulih, menurut angka yang dikumpulkan oleh  Johns Hopkins University, AS. (mm/anadolu)

DISKUSI: