Yaman Mulai Terjangkit COVID-19, Gerakan Ansarullah Yaman Nyatakan Siap Melawan

0
285

Staf medis di pusat karantina yang dibangun sebagai persiapan untuk kemungkinan penyebaran COVID-19 di Sanaa, ibu kota Yaman – Reuters

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pejabat pemerintahan gerakan Ansarullah yang berkuasa di Sanaa, ibu kota Yaman, Jumat, menegaskan kesiapan gerakan ini memberikan pertolongan dan bersama-sama melawan penyebaran COVID-19.

Menteri Media pemerintahan Ansarullah Daifullah al-Shami di Twitter, Jumat (10/4/2020), menyatakan, “Kami siap memberikan pertolongan dan bekerja dengan spirit tim yang satu demi bangsa dan umat kita.”

Yaman telah melaporkan kasus pertama virus corona (COVID-19), tepat di kota al-Shahar di bagian selatan negara ini, dan praktis meningkatkan kekhawatiran akan konsekuensi bencana di tengah kerusakan sistem perawatan kesehatan akibat perang selama lima tahun.

“Kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi telah dilaporkan di provinsi Hadramout,” kata Komisi Tinggi Darurat Nasional COVID-19 Yaman di Twitter, Jumat.

Komite yang dijalankan oleh pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi itu menyatakan pasien yang terinfeksi berada dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan.

“Kasus ini dalam isolasi dan perawatan, semua kontak yang diketahui sedang dilacak dan dikarantina,” ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Twitter.

“WHO bekerja sama dengan (kementerian kesehatan) untuk memastikan pengambilan langkah-langkah pencegahan lebih cepat,” lanjutnya.

Baca:  Yaman Laporkan Kasus Pertama Virus Corona di Hadramaut

Gubernur Hadramaut dan Shabwah mengumumkan penutupan semua pintu masuk darat di dua provinsi ini selama 48 jam sejak pengumuman tercatatnya kasus pertama infeksi COVID-19.

Di provinsi Hadramout terdapat beberapa kantong malnutrisi dan penyakit terburuk di negara yang dilanda perang ini.

Baca: Sudah Hancur Akibat Perang dan Kelaparan, Kini Rakyat Yaman Dihantui ‘Senjata’ Covid-19 Arab Saudi

Kontrol atas provinsi besar di bagian selatan Yaman ini telah lama terbagi. Pasukan pemerintah Hadi yang didukung oleh koalisi militer Arab Saudi-UEA mengendalikan kota-kota pesisir, sementara bagian pedalaman ada di tangan kelompok teroris Al-Qaeda. (mm/alalam/aljazeera)

DISKUSI: