Jumlah Pasien COVID-19 Membludak di AS, Iran Salahkan Trump

0
806

Teheran, LiputanIslam.com –  Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mencemooh slogan ‘America first’ (Amerika pertama) presiden AS Donald Trump dan menyebutnya telah membawa rakyat AS kepada kondisi mengenaskan.

” Pemerintah AS menempatkan kesehatan Iran dalam bahaya melalui terorisme ekonomi dan medis, melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kinerjanya yang lemah dalam memerangi virus corona di AS. Karena itu mereka tak layak mengomentari langkah-langkah Iran dalam memerangi COVID-19,” ujar Mousavi, Selasa (31/3/2020), saat menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus mengenai wabah yang sama di Iran.

Dia menambahkan, “Triliunan dolar yang telah dikeluarkan untuk intervensi di Timur Tengah seharusnya dihabiskan untuk infrastruktur kesehatan masyarakat AS agar tidak melihat kesengsaraan petugas medis mengenakan kantong sampah dan pasien COVID-19 berada dalam keputus-asaan.”

Baca: Zarif Desak Pemerintah AS Bebaskan Warga Iran Di Tengah Masifnya Penyebaran Covid-19

AS belakangan ini tercatat memiliki jumlah pasien COVID-19 terbanyak di dunia dan warga Negeri Paman Sam ini berada dalam situasi kritis. Namun demikian, para diplomat AS malah berkomentar nyinyir tentang langkah-langkah Iran dalam memerangi wabah yang sama di Iran.

Baca: Zarif: Sanksi AS Terhadap Iran di Tengah Pandemi Covid-19 Menjurus kepada Bencana Kemanusiaan

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah AS telah mengakui adanya pengeluaran setidaknya $ 9 triliun untuk mencampuri urusan internal negara-negara Timur Tengah sehingga kawasan ini rawan dan tak stabil. (mm/fna)

DISKUSI: