Jihad Islam Palestina akan Bereaksi Keras terhadap Israel Jika Tahanan Abu Hawash Meninggal Dunia

0
364

Ramallah, LiputanIslam.com –  Pemimpin Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) Ziyad Al-Nakhalah memperingatkan Israel ihwal kondisi tahanan Palestina Hisham Abu Hawash yang sejauh ini sudah 137 hari melalukan aksi mogok makan.

Al-Nakhalah mengatakan dalam sebuah pernyataan pers singkat yang dirilis pada hari Kamis (30/12) menegaskan, “Jika tahanan Hisham Abu Hawash gugur syahid maka kami akan menganggap ini sebagai operasi pembunuhan yang dilakukan musuh (Israel) dengan terencana, dan kami akan menangani masalah ini sesuai konsekuensi komitmen kami untuk menanggapi setiap aksi pembunuhan.”

Di hari yang sama Klub Tahanan Palestina merilis pernyataan bahwa tahanan Abu Hawash “mengalami kondisi kesehatan yang kritis di Rumah Sakit Assaf Harofeh Israel.”

LSM Palestina ini menambahkan bahwa Abu Hawash “melanjutkan perjuangannya (mogok makan) selama 136 hari berturut-turut….dan rezim pendudukan (israel) masih enggan merespon tuntutannya untuk mengakhiri penahanan administratifnya.”

Klub Tahanan Palestina menyebutkan bahwa tahanan Abu Hawash adalah satu dari sekira 60 tahanan biasa dan tahanan administrasi yang melakukan mogok makan pada tahun ini. Aksi itu sebagian besar bertujuan menentang penahanan administratif.

Israel menangkap Abu Hawash, ayah dari lima anak, pada 27 Oktober 2020. Sejak itu dia dikenai tahanan administratif sehingga dipenjara tanpa proses pengadilan.

Penahanan administratif merupakan keputusan pemenjaraan atas perintah militer Israel untuk jangka waktu hingga enam bulan, dan dapat diperpanjang, dengan dalih ancaman keamanan dan tanpa dakwaan serta proses pengadilan.

Klub Tahanan Palestina mencatat ada sekira 500 tahanan administratif Palestina, termasuk empat anak di bawah umur dan seorang wanita, di antara total  4550 tahanan Palestina. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Televisi Israel: Anggota Partai Likud ‘Dikerjai’ oleh  Cyber Army Iran

Hamas Sebut Dinding Beton Tak Bisa Lindungi Israel

DISKUSI: