Media Israel:  Saudi, Oman dan Indonesia akan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

0
246

Teheran, LiputanIslam.com –   Arab Saudi, Oman dan Indonesia dilaporkan berkemungkinan segera bergabung dengan gelombang normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis Israel sebelum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meninggalkan jabatannya pada 20 Januari 2021.

Surat kabar Israel Jerussalem Post (JP) mengutip pernyataan sumber diplomatik, Minggu (13/12), bahwa Oman dan Indonesia berkemungkinan membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sebagaimana telah dilakukan sebelumnya oleh Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan dan Maroko sebagai hasil sepak terjang Trump.

Wakil Presiden AS Mike Pence berencana mengunjungi Israel pada Januari 2021, dan di Israel nanti dia bisa jadi akan mengumumkan normalisasi hubungan negara lain dengan Israel.

Sumber diplomatik itu mengidentifikasi Oman dan Indonesia sebagai dua negara yang telah dimajukan pembicaraannya, termasuk mengenai siapa yang akan mengumumkan normalisasi itu sebelum Trump meninggalkan jabatannya.

Menteri Intelijen Eli Cohen juga menyebut nama Indonesia dalam wawancara Radio Angkatan Darat Isael.

Namun demikian, CNN Indonesia melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Indonesia membantah hal tersebut sembari menegaskan kembali dukungannya kepada pembentukan negara Palestina.

Menurut JP, Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal, namun pernah bekerjasama di bidang  perdagangan dan pariwisata. Selain itu, Indonesia pernah membeli senjata dari Israel pada 1970-an dan 1980-an, dan tentara Indonesia bahkan sempat berlatih di Israel. Kemudian, pada tahun 1993, Perdana Menteri Yitzhak Rabin menemui presiden Indonesia Soeharto di Jakarta.

Laporan lain dari badan penyiaan Makan milik Israel, Ahad, mengutip keterangan sumber diplomatik bahwa Saudi tampak malu-malu namun diam-diam berusaha menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum Trump meninggalkan Gedung Putih.

Sumber itu mengatakan,  “Meski ada ketidakpuasan Riyadh  terhadap kebocoran pertemuan pada tiga minggu lalu antara Putra Mahkota Muhammad bin Salman dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di kota Neom, di timur laut Saudi, Saudi ingin negara lain mendahului normalisasi dengan Israel sebelum Saudi sendiri bergabung dengan mereka.”

Dia menambahkan, “Karena itu, Arab Saudi memainkan peran penting di balik layar dalam kontak antara Rabat dan Washington, dan mendorong Maroko untuk mengumumkan pembentukan hubungan diplomatik dengan Israel”. (mm/jp/alalam)

Baca juga:

Para Pejuang Palestina, Hizbullah dan Iran Kutuk Normalisasi Hubungan Maroko dengan Israel

Lakukan Normalisasi, Raja Maroko Klaim Tetap Bela Palestina

DISKUSI: