Jerman Larang dan Tangkapi Para Terduga Anggota Hizbullah, Israel Bersorak

0
306

Berlin, Quds, LiputanIslam.com – Kementerian Dalam Negeri Jerman mengumukan Hizbullah sebagai organisasi terlarang di negara ini, dan menyebutnya sebagai organisasi “teroris”.

Polisi Jerman pada dini hari Kamis (30/4/2020) melakukan penggerebekan untuk menangkapi tersangka anggota kelompok pejuang yang bermarkas di Libanon dan dipimpin oleh Sayid Hassan Nasrallah tersebut.

Para pejabat keamanan Jerman memperkirakan di Jerman terdapat sebanyak 1.050 anggota “sayap ekstremis” Hizbullah, sementara Hizbullah sendiri tidak mengakui keberadaan sayap terpisah demikian.

Polisi Jerman menyisir asosiasi-asosiasi masjid di negara bagian Rhine-Westphalia Utara, Bremen dan Berlin, yang mereka duga dekat dengan Hizbullah, dan mencari tempat tinggal pribadi para pemimpin masing-masing asosiasi.

Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan bahwa asosiasi-asosiasi yang diselidiki itu diduga sebagai bagian dari Hizbullah karena mereka memberikan dukungan keuangan dan propaganda kepada Hizbullah.

“Kegiatan Hizbullah melanggar hukum pidana, dan organisasi ini menentang konsep pemahaman internasional,” klaim kementerian itu.

Kementerian ini menambahkan bahwa dengan demikian simbol-simbol Hizbullah tak boleh lagi dipajang dalam berbagai pertemuan, publikasi, atau di media, dan aset Hizbullah dapat disita.

Israel Bersorak

Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz menyambut gembira keputusan pemerintah Jerman itu dan menyebut Berlin telah mengambil “langkah penting dalam perang global melawan terorisme”.

“Saya meminta negara-negara Eropa lainnya serta Uni Eropa untuk melakukan hal yang sama. Semua bagian Hizbullah, termasuk sayap sosial, politik dan militer adalah organisasi teror dan mereka harus diperlakukan demikian,” tambahnya.

Komite Yahudi Amerika (American Jewish Committee /AJC ) juga memuji langkah Jerman tersebut.

“Ini adalah keputusan Jerman yang disambut baik, ditunggu-tunggu, dan signifikan,” kata kepala AJC David Harris.

Sejauh ini Jerman hanya melarang sayap militer Hizbullah dan mentolerir sayap politiknya, sesuai kebijakan Uni Eropa saat ini.

Hizbullah didirikan pada tahun 1982 , dan kini menjadi partai politik utama di Libanon serta menduduki posisi mayoritas di Parlemen bersama sekutunya.

Hizbullah terlibat perang melawan Israel pada 2006, mengusir pasukan Zionis dari Libanon selatan, dan berhasil meruntuhkan mitos kedigdayaan Israel.

Baca: Jihad Islami: Kanal Televisi Saudi Mempropagandakan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Hizbullah juga terlibat dalam Perang Suriah yang berkecamuk sejak tahun 2011. Dalam perang ini Hizbullah mengerahkan para pejuangnya untuk menyokong pemerintah Suriah melawan pemberontakan dan terorisme yang dibeking oleh AS, Israel dan para sekutu AS lainnya.

Awal bulan ini  Amerika Serikat (AS) mengumumkan sayembara berhadiah US$ 10 juta bagi orang yang memberikan informasi mengenai keberadaan komandan Hizbullah Sheikh Mohammad al-Kawtharani, yang juga merupakan rekan Jenderal Iran Qassem Soleimani yang terbunuh oleh serangan udara AS pada Januari lalu.

Baca: AS Siap Akui Perluasan Kedaulatan Israel

Sebelumnya Hizbullah juga sudah dianggap sebagai organisasi “teroris” oleh AS, Inggris, Kanada, dan Israel serta Dewan Kerjasama Teluk (GCC), dan Liga Arab.

Hizbullah dimusuhi banyak pihak lantaran kelompok pejuang Libanon yang didukung Iran itu gencar menggalang perlawanan terhadap terorisme AS dan Israel di Timur Tengah.  (mm/aljazeera)

DISKUSI: