Jenderal Israel Ungkap Bagaimana Iran Menggalang Kekuatan untuk Musnahkan Israel

0
292

Nazaret, LiputanIslam.com –  Jenderal Israel Tal Kalman menyatakan bahwa hampir semua peristiwa di kawasan Timur Tengah tidak lepas dari sepak terjang Iran, yang membuat Israel akan berhadapan dengan perang total yang juga akan melibatkan Suriah, Libanon, Irak, Yaman dan Jalur Gaza.

Dikutip Rai Al-Youm, Rabu (8/9), Mayjen Tal Kalman yang menjadi komandan front anti-Iran yang dikenal dengan “Third Circle” (Lingkaran Ketiga) dalam wawancara dengan surat kabar Maariv mengatakan,”Iran menempuh tindakan-tindakan di lapangan, dan siap membayar mahal untuk mewujudkan impiannya. Rezimnya bertahan sabar, memiliki visi strategis jangka panjang, tidak menunggu besok, melainkan berharap sampai 30-40 ke depan.”

Ditanya ihwal nuklir Iran, dia menjelaskan, “Urusan nuklir adalah paling berbahaya dan krusial, menjadi ancaman eksistensial bagi Israel, sebab berarti keterlibatan dalam persaingan senjata nuklir yang tentunya akan mengubah Timteng, kawasan persimpangan utama jalur-jalur transportasi dan perdagangan antarpenjuru dunia, meski tersedia sejumlah implikasi strategis yang sangat besar dari perjanjian normalisasi hubungan dengan Teluk dan negara-negara lain, dan ada probabilitas yang kongkret untuk menghasilkan poros moderat dalam melawan poros Iran, yang menyebabkan keterusikan Khamenei karena dapat meruntuhkan ambisi regionalnya.”

Dia juga menyebutkan, “Konfrontasi anti-Iran berlangsung di sejumlah gelanggang lain di saat yang sama, dan ini adalah peristiwa berat. Karena itu, masalah ini harus menjadi prioritas Israel, mengingat bahwa Pasukan Quds (dari Korps Garda Revolusi Islam Iran/IRGC) di Suriah telah berhasil menggerakkan rudal-rudal presisi Iran melalui jalur darat. Rudal-rudal ini di wilayah Suriah mengarah ke Israel, ada data-data rinci mengenai jumlahnya, tapi saya tak dapat menyebutkannya, ini bukan rudal eceran, dan mereka terus mengangkutnya lebih banyak lagi.”

Mengenai kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon, Mayjen Tal Kalman menyatakan, “Proyek rudal presisi Hizbullah sangat meresahkan Israel, sebab ini bukan sekedar rudal balistik, melainkan juga rudal jelajah dan pesawat nirawak, yang diproduksi oleh industri militer Iran dengan jumlah yang mencapai ribuan unit dan didistribusikan di kawasan. Hizbullah sendiri juga membangun daya produksi secara independen selama bertahun-tahun. Karena itu, dapat dikatakan bahwa sekarang ini ancaman rudal presisi dari Libanon adalah yang paling krusial setelah Iran, tapi dalam jangka waktu satu atau dua tahun ke depan, bisa jadi jumlahnya akan membludak di semua gelanggang.”

Kalman melontarkan dalih Israel untuk mengintimidasi Hizbullah dan negara Lebanon yang menjadi basisnya.

“Dapat dikatakan bahwa proyek rudal ini merupakan ancaman strategis yang berbahaya. Kemajuannya secara kontinyu memperparah dilema Israel, yang bisa jadi akan mencapai titik keputusan di mana ia tak dapat lagi berdampingan dengan ancaman ini,” tuturnya.

Dia lantas bersumbar,“Ini berarti perang dengan Lebanon, Israel siap untuk ini, dan membangun rencana, tapi   tak akan seperti perang tahun 2006. Israel memang akan terkena rudal, tapi Hizbullah akan menerima pukulan mematikan sebagai resiko dari keputusannya, dan pemerintah Libanon akan membayar mahal dan berdampak padanya dalam beberapa dekade mendatang.”

Di bagian akhir wawancara, Mayjen Tal Kalman mengatakan, “Terlepas dari pembicaraan mengenai sejauh mana kedekatan kita dengan keputusan demikian, kita juga mengeveluasi situasi di berbagai arena lain, sebab asumsi yang dominan di Israel ialah bahwa jika sampai terlibat perang dengan Lebanon maka pertempuran tidak akan berkobar dari sana, melainkan juga bisa jadi datang dari Suriah atau bahkan juga Iran dan Gaza.”

Rai Al-Youm dalam laporan khususnya tentang ini menyebutkan  bahwa Israel telah berulang kali mengkonfirmasi ketidak mampuannya untuk terlibat perang total di sejumlah front sekaligus. Menurutnya, banyak petinggi militer dan keamanan Israel menyebutkan bahwa wilayah Israel (Palestina pendudukan 1948) tak siap untuk menerima hujan rudal yang akan jatuh dalam perang yang mungkin berkobar di masa mendatang, apalagi ada kepastian bahwa rudal-rudal Hizbullah menjangkau semua wilayah negara Zionis tersebut. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Ulama Sunni Lebanon: Dengan Bantuan Iran, Hanya Hizbullah yang Bantu Rakyat

Israel Belum Temukan Informasi yang Berarti Ihwal Kaburnya Sejumlah Tahanan Palestina

DISKUSI: