Jenderal Israel: Rezim Ulama Iran Tetap akan Bertahan Meski Ada Gelombang Protes

0
159

TelAviv, LiputanIslam.com   Seorang analis intelijen senior Rezim Zionis Israel dalam penilaiannya terhadap situasi politik di Iran menilai pemerintahan Republik Islam Iran akan tetap eksis meski belakangan ini terusik oleh gelombang unjuk rasa protes sebagian warganya.

“Rezim Iran yang represif tampaknya akan berhasil bertahan dari protes ini,” kata Brigjen Amit Saar, kepala penelitian intelijen militer Israel yang bertanggung jawab atas prakiraan strategis nasional, dalam sebuah pidato, Senin (5/12).

Menurut Reuters, Israel yang terkunci dalam konflik gaya Perang Dingin dengan Iran terus meneropong kerusuhan di Iran serta  menawarkan beberapa pernyataan dukungan untuk para pengunjuk rasa.

Namun, para pejabat Israel yang lebih berfokus pada proyek nuklir Iran dan sekutu regionalnya tetap berhati-hati terkait apa yang mereka sebut “pemberontakan rakyat”.

Amit Saar dalam konferensi publik pertama oleh Institut Gazit, sebuah think-tank yang beroperasi di bawah korpsnya, mengatakan, “Itu (pemerintah Iran) telah membangun alat yang sangat kuat untuk menangani protes semacam itu.”

Dia menambahkan, “Tapi saya pikir bahkan jika protes ini berkurang, alasan (untuk mereka) akan tetap ada, dan dengan demikian rezim Iran memiliki masalah selama bertahun-tahun yang akan datang.”

Meski demikian, komandan intelijen militer Mayjen Aharon Haliva menanggapi pernyataan Saar dengan mengatakan, “Dilihat dalam jangka panjang, tampaknya rezim ini tidak akan bertahan.”

Dia menambahkan, “Saya tidak dalam posisi untuk memberikan tanggal. Kami bukan nabi. Saya merekomendasikan agar kita semua menjadi jauh lebih sederhana, dengan lebih banyak peringatan, dalam hal perilaku masyarakat.”

Beberapa kota Iran dilanda gelombang aksi protes serta aksi tandingannya menyusul kematian wanita Kurdi Iran Mahsa Amini, 22 tahun, pada 16 September.

Amini meninggal di rumah sakit tiga hari setelah pingsan di kantor polisi. Hasil Investigasi menyebutkan bahwa dia meninggal akibat kondisi medis, bukan lantaran penganiayaan seperti yang dirumorkan oleh pihak-pihak anti-pemerintah.  (mm/reuters/tasnim)

Baca juga:

Dikunjungi Presiden Israel, Bahrain Dicap oleh Jihad Islam Palestina sebagai Pengkhianat

Demo Anti-Israel  Landa Bahrain, Herzog Ubah Rencananya di Manama

DISKUSI: