Jenderal Iran Tanggapi Isu Serangan Cyber terhadap Fasilitas Nuklir Iran

0
96

Teheran, LiputanIslam.com –Terkait dengan laporan mengenai dugaan serangan cyber Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, Kepala Organisasi Pertahanan Sipil Iran Brigjen Gholamreza Jalali mengakui memang ada serangan cyber terhadap fasilitas Iran sejak awal tahun ini dalam kalender Iran (20 Maret), namun dia memastikan serangan itu “sangat terbatas”.

Jalali menyebutkan bahwa teknologi mutakhir selain bermanfaat bagi masyarakat juga dapat menimbulkan ancaman.

“Kita menggunakan teknologi nuklir untuk diagnosis dan perawatan medis, tapi mengabaikan masalah keamanan teknologi ini bisa berbahaya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa pertimbangan keselamatan dan keamanan biasanya dibagi menjadi tiga lapis.

“Lapis pertama adalah keselamatan, lapis kedua keamanan; dan yang ketiga adalah perang dan pertahanan,” terangnya.

Menurut Jalali, Iran sedemikian dimusuhi oleh AS sehingga  ketika di negara republik Islam itu terjadi suatu insiden maka yang terlintas di benak banyak orang adalah serangan musuh Iran, padahal banyak kasus “tidaklah lebih dari suatu insiden”.

Sebelumnya, juru bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi menyatakan insiden di fasilitas nuklir Natanz pada Kamis pagi itu tidak menyebabkan kerusakan besar, dan situs itu masih beroperasi seperti biasa.

Pada Ahad lalu juga terjadi ledakan tangki gas di fasilitas Departemen Pertahanan di kawasan Parchin, sebelah timur Teheran.

Media Israel lantas mengaitkan dua peristiwa itu dengan serangan cyber Israel.

Baca: Terjadi Ledakan di Fasilitas Nuklir Iran, Akibat Serangan Israel?

Pantau Semua Pergerakan AS

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa angkatan bersenjata Iran terus memantau semua kegiatan negara arogan itu terhadap Iran di berbagai tingkat politik, ekonomi dan sosial.

“Kegiatan Amerika anti-Iran di berbagai tingkat politik, ekonomi dan sosial bertujuan memecah perlawanan rakyat dan mengganggu stabilitas keamanannegara, tapi kali inipun AS akan dikalahkan oleh bangsa Iran, sebagaimana terjadi di masa-masa sebelumnya, ” ujar Hatami saat berkunjung ke rumah Mantan Menteri Pertahanan Mayjen Musa Namjo, Jumat (3/7/2020).

Baca: Pengadilan AS Perintahkan Penyitaan Minyak Iran yang Sedang Dikirim ke Venezuela

Seperti dikutip kantor berita Mehr, dia juga menegaskan, “Angkatan bersenjata Iran bekerja sesuai arahan Pemimpin Revolusi, Imam Khamenei, dalam memperkuat kemampuannya, membela rakyat dan negara, memantau semua kegiatan musuh yang frustasi, dan akan menanggapi mereka secara tegas.” (mm/amn/fna)

DISKUSI: