Jenderal Iran: Republik Islam Bertekad Buyarkan Mimpi Musuh untuk Serang Iran

0
201

Mayjen Mohammad Bagheri

Masyhad, LiputanIslam.com  Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Mohammad Baqeri menegaskan bahwa pasukan Iran bertekad untuk menaklukkan puncak kekuatan deterensi, yang akan menghalangi musuh untuk “berkhayal” menyerang negara republik Islam ini.

Dalam pidato pada pertemuan para komandan Angkatan Darat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di kota Mashhad, Kamis (21/7), Baqeri menyinggung keruntuhan hegemoni monopolar di dunia, penurunan kekuatan AS, kegagalan skenario Washington di Timteng meskipun telah menghamburkan dana miliaran dolar, kebangkitan Cina sebagai kekuatan besar, dan meningkatnya peran Rusia.

Dia mengatakan bahwa semua perkembangan itu membuktikan adanya fakta bahwa dunia memasuki fase baru yang diidentifikasi sebagai masa transisi.

Dia menjelaskan fitur- fitur geopolitik periode transisi, dan menyebutkan bahwa berkat kebrilianan Pemimpin Besar Ayatullah Seyed Ali Khamenei, kesadaran bangsa dan kesiapan Angkatan Bersenjata, Iran telah mencetak banyak prestasi meskipun dalam beberapa tahun terakhir sempat mengalami perang, instabilitas, ketidakamanan dan konflik.

“Iran telah mengubah ancaman menjadi peluang sehingga apa yang disebut pilar tekanan maksimum musuh runtuh satu per satu, dan peran Angkatan Bersenjata, di antara berbagai faktor lain, sangat penting dan menentukan dalam hal ini,” ungkapnya.

Mayjen Baqeri juga mengilas balik aneka peristiwa yang terhadi dalam tiga tahun terakhir, termasuk penembak jatuhan drone canggih AS oleh Iran, optimalisasi peran angkatan bersenjata Iran di darat dan laut, kemenangan dalam perang melawan ISIS, serta kemampuan Iran di bidang rudal dan drone di laut dan darat. Menurutnya, semua ini berperan besar di balik kandasnya sepak terjang musuh.

Baqeri juga mengatakan, “Kalau bukan karena keberhasilan perang melawan terorisme Takfiri di Suriah dan Irak serta runtuhnya daulah mereka di tangan Jenderal Qassem Soleimani serta rakyat Iran dan para sahabatnya, niscaya kita sekarang sudah berhampiran dengan teroris ISIS, dan Suriah dan Irak akan mengalami peristiwa pahit.

Secara terpisah, Juru bicara IRGC Brigjen Ramezan Sharif di hari yang sama memperingatkan rezim Zionis Israel agar tidak melakukan “tindakan bodoh” terhadap Iran.

“Zionis berusaha mengancam Republik Islam Iran. Kami memperingatkan rezim perampas ini bahwa mereka akan secara permanen kehilangan 27.000 kilometer persegi wilayah yang telah didudukinya jika melakukan kesalahan seperti itu. Tidak ada keraguan tentang ancaman ini,” tegasnya pada sebuah upacara di kota Qazvin.

Sharif juga menepis anggapan bahwa bahwa militer Israel memiliki opsi militer terhadap Iran. (mm/alalam/presstv)

Baca juga:

Pentagon Minta Iran Tidak Jual Drone ke Rusia

Menhan Iran Ingatkan Negara-Negara Jiran Soal Kehadiran Israel di Teluk Persia

 

DISKUSI: