Jadi Mata-Mata Inggris, Mantan Pejabat Iran ini Dijatuhi Hukuman Mati

0
114

Alireza Akbari

Teheran, LiputanIslam.com   Pengadilan Iran menjatuhkan hukuman mati  terhadap Alireza Akbari, seorang mantan pejabat tinggi, karena terbukti telah menjadi mata-mata untuk badan intelijen Inggris.

Departemen Hubungan Masyarakat Kehakiman Iran, Rabu (11/1), menyatakan bahwa Alireza Akbari ditangkap belum lama ini atas tuduhan melakukan spionase terhadap  Iran.

Disebutkan bahwa setelah Akbari ditahan oleh pasukan intelijen, otoritas hukum mengajukan gugatan terhadapnya dan dia diadili  hingga kemudian dijatuhi vonis mati berdasarkan bukti nyata.

Akbar sempat menyatakan banding terhadap putusan itu sehingga kasusnya diperiksa kembali oleh Mahkamah Agung Negara tapi mahkamah inipun lantas menolak bandingnya dan menguatkan putusan awal.

Kementerian intelijen Iran memastikan bahwa Akbari adalah salah satu agen penting dinas intelijen Inggris, yang mengumpulkan informasi penting tentang Iran dan sudah beberapa kali menyerahkannya kepada Inggris.

Menurut Kementerian Intelijen, terpidana mata-mata itu memiliki akses ke beberapa aparat penting karena jabatan yang pernah dipegangnya.

“Selama proses memperoleh visa dari kedutaan di Teheran, mata-mata ini didekati dan diwawancarai oleh agen intelijen yang ditempatkan di kedutaan itu, dan kemudian selama perjalanannya ke Eropa, dia menjadi pegawai penuh dinas intelijen Inggris, “terangnya.

Kementerian intelijen menyebutkan bahwa karena pentingnya posisi dan aksesnya, Alireza Akbari menjadi mata-mata kunci untuk dinas intelijen SIS, dan pada saat yang sama dibimbing serta memiliki kontak dengan beberapa pejabat terkemuka dari Iran Desk di SIS.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Akbari adalah mantan wakil menteri pertahanan dan penasihat Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional (SNSC).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, pemerintah Inggris meminta Iran membebaskan Akbari, sembari menyatakan bahwa dia berkewarganegaraan ganda. (mm/mna)

Baca juga:

Intelijen Iran Bongkar Dua lagi Kelompok Agen Spionase Israel

Kepada Staf Majalah Charlie Hebdo, Panglima IRGC: Lihatlah Apa yang Terjadi pada Salman Rushdie

 

DISKUSI: