Intelijen Iran Bongkar Dua lagi Kelompok Agen Spionase Israel

0
126

Teheran, LiputanIslam.com   Kementerian Intelijen Iran, Selasa (10/1), mengumumkan pihaknya telah membongkari dan meringkus para anggota dari dua lagi kelompok yang berafiliasi dengan badan intelijen Israel, Mossad.

Kementerian Intelijen Iran menyebutkan tak kurang dari 23 anggota tim “spionase dan teroris” yang terhubung dengan Mossad telah diidentifikasi, dan 13 orang, yang berada di dalam negeri, berhasil ditangkap.

“23 elemen operasional dan logistik dari tim-tim teroris ini telah diidentifikasi di provinsi Teheran, Esfahan, Yazd, Azarbaijan Barat, dan Golestan,” ungkap kementerian itu, sembari menambahkan bahwa sejauh ini 13 orang telah ditangkap dan berbagai peralatan operasional mereka telah juga telah disita.

Empat dari enam tim telah ditangkap dalam operasi sebelumnya pada Desember tahun lalu, dan gembong jaringan, yang bernama panggilan Siroos, tinggal di salah satu negara Eropa. Melalui jaringan media sosial Instagram dan WhatsApp, Siroos mencoba mengidentifikasi dan melakukan kontak awal dengan elemen operasional di dalam negeri.

Menurut kementerian itu,  kelompok-kelompok itu bermaksud “membunuh seorang pejabat militer” dan melakukan aksi sabotase di beberapa kota besar Iran di tengah kerusuhan yang didukung asing belakangan ini.

Kementerian itu menjelaskan,“Dengan tujuan memanfaatkan kerusuhan di beberapa wilayah, organisasi mata-mata teroris Mossad bermaksud membunuh seorang pejabat militer dan melakukan beberapa operasi sabotase di kota-kota besar negara ini, serta mentransfer sejumlah besar bahan peledak melalui perbatasan laut selatan.”

Kerusuhan yang didukung asing sempat melanda berbagai wilayah Iran sejak wanita Kurdi Iran Mahsa Amini, 22 tahun, meninggal di rumah sakit pada 16 September, tiga hari setelah dia pingsan di sebuah kantor polisi di Teheran. Investigasi mengaitkan kematian Amini dengan kondisi medisnya, bukan dugaan penganiyaan oleh polisi.

Kerusuhan itu  telah merenggut nyawa puluhan orang dan pasukan keamanan, serta  membuka peluang bagi serangan teror. Selama empat bulan terakhir, para teroris telah membakar fasilitas umum dan menganiaya beberapa anggota relawan Basij dan aparat keamanan hingga tewas.

AS dan sekutu Eropanya telah menyuarakan dukungan kuat untuk kelanjutan kerusuhan kekerasan di Iran dan berusaha mengobarkan api kerusuhan di negara itu sebagai bagian dari kebijakan anti-Iran mereka. (mm/prsstv)

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Perusuh Berlagak Protes Kelemahan, Padahal Ingin Hancurkan Kekuatan

Ini yang Terjadi jika Iran Mendapatkan Jet Tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia

 

DISKUSI: