Isu Nuklir Iran Makin Panas, Ayatullah Khamenei Surati Vladimir Putin

0
243

Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei dilaporkan telah melayangkan surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran untuk Urusan Internasional, Hossein Amir Abdollahian, Kamis (12/2), mengungkap hal tersebut sembari menyebutkan sebagian isi surat itu.

“Pemimpin Revolusi Islam menekankan bahwa kebijakan luar negeri harus seimbang. Ini berarti tidak mengejar kebijakan Timur maupun Barat untuk mempertahankan kemerdekaan dan memelihara hubungan luar negeri dengan seluruh dunia,” ungkap Abdollahian.

Menurutnya, abad ke-21 adalah abad Asia, dan  dengan masuknya penghuni baru Gedung Putih Iran berpesan kepada sekutunya bahwa “kami tidak akan membuang waktu karena permainan Gedung Putih di JCPOA lagi.”

Abdollahian mengatakan, “Ketua parlemen Duma Rusia telah menerima surat Pemimpin Revolusi Islam, bukan sebagai parlemen, melainkan sebagai utusan khusus Putin. Satu jam kemudian kami mengetahui bahwa Presiden Rusia Putin telah membaca pesan tersebut dan serius mempertimbangkannya.”

Abdollahian juga menyebutkan bahwa pesan Ayatullah Khamenei kepada Putin menagndung poin penting, tepat, dan signifikan bagi Rusia untuk memperkuat hubungan strategis dan stabil antara kedua negara di tengah transformasi baru dalam hubungan internasional.

Laporan lain menyebutkan bahwa Rusia mendesak Iran menahan diri dari produksi logam uranium. Dalam laporan Badan Energi Atom Dunia (IAEA) disebutkan Iran bakal membuat logam uranium dari bahan mentah, dan kemudian akan diperkaya hingga 20 persen.

“Kami memahami logika tindakan mereka dan alasan yang mendorong Iran. Meski demikian, perlu untuk menunjukkan pengendalian dan pendekatan yang bertanggung jawab,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkop kepada kantor berita RIA Novosti, dan dikutip AFP.

Pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengonfirmasi bahwa Iran telah memproduksi logam uranium yang dapat digunakan untuk membuat inti bom atom.

Sebelumnya, Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi menyatakan bahwa berlanjutnya tekanan Barat dapat mendorong Teheran untuk membela diri seperti “kucing yang terkepung” dan berusaha mendapatkan senjata nuklir.

Pernyataan Alavi dalam wawancara televisi itu merupakan isyarat langka bahwa Iran dapat terdesak untuk mendapatkan senjata nuklir. (mm/mna/voa/raialyoum)

Baca juga:

Peringati HUT ke-42  Kemenangan Revolusi, Rouhani Sebut Iran Menang Melawan Tekanan AS

Gawat, Teheran Nyatakan Tekanan Barat Justru Dapat Mendorong Iran Berusaha Membuat Bom Nuklir

DISKUSI: