Gawat, Teheran Nyatakan Tekanan Barat Justru Dapat Mendorong Iran Berusaha Membuat Bom Nuklir

0
226

Mahmoud Alavi, Menteri Intelijen Iran

Teheran, LiputanIslam.com – Menteri Intelijen Iran Mahmoud Alavi menyatakan bahwa berlanjutnya tekanan Barat dapat mendorong Teheran untuk membela diri seperti “kucing yang terkepung” dan berusaha mendapatkan senjata nuklir.

Rai Al-Youm, Selasa (9/2), menyebutkan bahwa pernyataan Alavi dalam wawancara televisi itu merupakan isyarat langka bahwa Iran berkemungkinan berambisi mendapatkan senjata nuklir seperti yang dikhawatirkan dan dituduhkan oleh negara-negara Barat.

Selama ini para pejabat Iran selalu menepis tuduhan tersebut sembari menyebutkan fatwa Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei yang mengharamkan pengembangan dan penggunaan bom nuklir.

Tampak bahwa Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lain penandatangan perjanjian nuklir dengan Iran pada tahun 2015 telah membentur jalan buntu mengenai pihak manakah yang harus lebih dahulu kembali mematuhi perjanjian ini setelah Joe Biden menggantikan Donald Trump sebagai Presiden AS , dan inilah yang menipiskan kemungkinan AS akan segera mencabut sanksinya terhadap Iran.

Mahmoud Alavi dalam wawancara dengan televisi resmi Iran pada Senin malam mengatakan, “Pemimpin Besar (Ayatullah Khameneni) sudah jelas menyatakan dalam fatwanya bahwa senjata nuklir menyalahi syariat dan bahwa Republik Islam (Iran) menanggapnya haram dan tak akan berusaha mendapatkannya.”

Namun dia menambahkan, “Tapi kucing yang terkepung bisa jadi akan berbuat kebalikan dari apa yang ia lakukan ketika dilepas, dan jika mereka (negara-negara Barat) mendorong Iran kepada hal itu maka jangan salahkan Iran.”

Situs-situs berita Iran pada hari Selasa memuat wawancara panjang lebar Alavi tersebut. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pemerintahan Biden Ngotot Ajukan Syarat-syarat Tak Berdasar kepada Iran

Latihan Perang Iran Gagalkan Rencana Serangan AS di Hari-Hari Terakhir Trump

DISKUSI: